Mengoprek Linux Ubuntu Belum Menjadi Hobi Saya
May 9, 2007 by maseko Tulisan ini merupakan tanggapan tulisan pada blog DIARY’S yang berjudul “Sebuah Moral…”. Saya tuliskan di sini karena untuk berkomentar di sana diharuskan login dengan account WordPress.com dan saya ada sedikit masalah ketika login dengan account saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya.
Pada paragraf pertama tertulis:
Kemarin saya membaca disebuah blogs tentang menggunakan komputer kantor sebagai menyalurkan hobi mengoprek linux ubuntu. klik here, rasanya kita tidak bisa menggunakan komputer kerja untuk menginstall apapun juga diluar kepentingan kantor, apalagi itu hanya sebuah hobi.
Setelah saya cek kembali apa yang saya tulis kemarin, di sana sama sekali tidak menyatakan maupun mengungkapkan sesuatu yang memberi kesan bahwa yang saya lakukan adalah penyaluran hobi mengoprek linux ubuntu. Di sana dituliskan bahwa hal tersebut adalah karena keinginan untuk belajar. Karena dasar penilaian menyangkut “hobi” inilah kemudian penulis fegunawan.wordpress.com menilai bahwa hal tersebut di luar kepentingan kantor.
Bagi saya, baik masih proses belajar dan misalnya suatu saat nanti menguasai maupun saya akhirnya mempunyai hobi mengoprek linux ubuntu, masih dapat digunakan untuk kepentingan kantor. Contoh kecilnya, pada unit kantor di bawah unit kantor sekarang, ketika beberapa unit PC terserang virus tidak dikenal dan menyembunyikan file dan folder dalam flash disk, hal pertama yang saya lakukan yang saya pikir aman adalah membuka di linux dan mengubah permisi hak akses file dan folder yang disembunyikan, untuk kemudian menghapus file-file yang dibuat virus. Hal inilah yang terpikir pertama dibandingkan penggunaan perintah “attrib” di command prompt Windows.
Paragraf berikutnya:
kalau kita bekerja diperusahaan orang, apalagi kita hanya seorang pegawai, sudah menjadi suatu hukum, apabila kita sedang bekerjalah, dan tinggalkan semua urusan pribadi diluar kantor. jelas ini sebuah moral, mungkin bagi sebagian orang, tidak bisa membedakan mana jam kantor mana jam untuk bersenang senang.
Ya, saya terkadang masih melakukan urusan-urusan yang sifatnya pribadi dalam jam kerja saya seperti menelpon atau menerima telepon dari teman atau keluarga, surfing website, atau menulis untuk blog ini, tapi sejauh ini tidak mengganggu pekerjaan saya dan yang saya lakukan tidak bersifat negatif misalnya mengganggu pekerjaan teman sebelah. Hal ini bisanya saya lakukan karena sering mendapati waktu luang bahkan setelah mencari-cari apa yang bisa saya lakukan terkait pekerjaan kantor. Apabila harus mengganggu, dengan pertimbangan bisa ditunda atau dapat dilimpahkan ke teman, dengan ijin atasan dan kebaikan teman, saya meninggalkan kantor, misalnya untuk mengikuti ujian kampus yang dimulai jam empat atau urusan keluarga yang sangat penting. Konsekuensi formal seperti pemotongan sekian persen dari penghasilan pun tetap saya terima. Saya pikir, baik di Indonesia maupun Jepang ada toleransi untuk masalah-masalah seperti ini, seperti yang dilakukan orang-orang yang pernah dan sedang menjadi atasan saya. Jika dikaitkan dengan menginstal Ubuntu yang saya lakukan, saya jelaskan bahwa hal itu masih bisa dikaitkan dengan pekerjaan saya, meskipun saat ini belum dirasakan langsung.
Selanjutnya:
saya pernah bertanya pada teman teman saya yang orang Jepang, mereka akan malu sekali bila pada jam kerja mereka chat atau bergoogle-google ria diluar kerjaan.
kalaupun kita ingin menyalurkan hobi atau kesenangan kita, yah salurkan pada hari libur atau malam hari diluar jam kerja dan sebaiknya menggunakan komputer pribadi.
Jelas ini hanya sebuah moral dan rasa malu saja.
semua urusan pribadi, dari mendownload, surfing, or sekedar hobi mengoprek linux, gunakan komputer pribadi dan lakukan dirumah.
Dengan menanyakan ke teman-teman Indonesia pun –yang mempunyai dedikasi baik pada pekerjaan, melakukan hal-hal seperti chat dan googling yang berlebihan tanpa kaitan dengan pekerjaan, akan menyatakan hal itu bukan hal yang seharusnya dilakukan. Mengenai penggunaan komputer pribadi, sering saya melakukan hal-hal awalnya iseng atau sebagai hobi, akhirnya berguna untuk kepentingan kantor.
Suatu saat, jika saya mempunyai teman orang Jepang, mungkin akan saya tanyakan, apakah menghakimi tindakan seseorang itu tidak baik dan dikaitkan dengan kondisi moral dan tanpa dasar merupakan tindakan yang bijaksana?
Tetapi saya yakini, bahwa penulis blog mempunyai moral yang baik, dan menulis hal tersebut dengan maksud untuk menjadikan kita, saya khususnya, lebih baik dan lebih maju dalam berpikir dan bertindak. Saya pun menginginkan hal yang sama dan mencoba menuju ke arah sana. Hal tersebut bisa jadi juga karena ketidaktahuan penulis blog mengenai spesifikasi pekerjaan saya karena saya dengan sadar tidak menyediakan menu “About Me” di blog ini.
“mbok jam kerja yah kerja, jangan main doang “
Ungkapan seperti ini sering saya lontarkan untuk teman-teman saya yang menghabiskan cukup banyak waktu untuk main game di kantor. Tentu dalam nada bercanda, karena saya bukan atasan mereka, masih pegawai biasa pada tingkatan jabatan yang paling rendah.
“Hobi bagi seseorang, bisa jadi merupakan bagian pekerjaan bagi orang lain”.

Posted in 







Dedhi said on May 9, 2007, 8:40 pm:
“mengubah permisi file” sebaiknya direvisi menjadi “mengubah hak akses file”