Duh Susahnya Menelepon Dari Flexi Ke Esia

Published Date June 11, 2007 by maseko

flexi

esiaSekitar tiga bulan ini saya menggunakan Flexi sebagai nomor kedua untuk perangkat handphone. Alasannya, di rumah, saya juga menggunakan Flexi sebagai nomor sementara sambil menunggu telepon kabel Telkom terpasang. Tujuannya, untuk mengirit biaya berbicara dengan anak dan isteri. Tidak ada masalah untuk keperluan ini, bahkan biaya telepon menggunakan Simpati turun drastis. Masalah terjadi ketika saya akan menelpon ke nomor-nomor Esia. Sering sekali saya mendapati nomor tujuan bernada sibuk. Awalnya saya percaya, bahwa yang akan saya hubungi memang sedang menggunakan teleponnya. Namun setelah beberapa waktu saya mengetahui bahwa pada waktu saya menelpon, nomor tujuan sedang tidak digunakan.

Sampai tiga bulan ini, masih terus begitu kejadiannya, lebih sering mendapati nada sibuk dibandingkan langsung terhubung. Dan jika keadaan begini, maka akhirnya menggunakan Simpati atau telepon kabel (jika di kantor) untuk menghubungi, dan ternyata tersambung. Belakangan, sebelum memutuskan menggunakan nomor Simpati, saya tetap terus mencoba menghubungi Esia dari Flexi, dan biasanya pada dial keempat atau kelima akan terhubung.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menghubungi 147 untuk menanyakan masalah tersebut, dan petugas (saya lupa menanyakan nama) memberitahukan bahwa sangat sering terjadi pengaduan semacam itu. Ketika saya menanyakan masalahnya ada di Flexi atau Esia, petugas menjawab kemungkinan ada di Esia. Tentu sampai sekarang saya belum yakin tentang kemungkinan itu, karena baru pernyataan kemungkinan dari pihak Flexi. Pernah saya meminta seorang teman untuk menanyakan ke customer service Esia, namun sampai sekarang dia belum menginformasikan masalah itu. Mungkin terlupa.

Ketika menulis, tadi saya selingi googling tentang kemungkinan masalah tersebut terjadi pada pelanggan lainnya. Dan saya menemukan tulisan Rendy Maulana tertanggal 9 Maret 2006, yang intinya sama, hanya saja Rendy menyadari ketika menggunakan Esia. Berarti, setidaknya sudah lebih dari satu tahun, masalah ini terjadi antara Flexi dan Esia, dan masih terus berlangsung sampai sore tadi ketika terakhir saya mencoba menghubungi nomor Esia. Apakah terlalu sulit mengatasi masalah seperti ini entah itu masalah ada di Telkom Flexi, Esia atau keduanya, karena saya yakin pelanggan kedua operator tersebut sama-sama dirugikan.



17 Responses to “Duh Susahnya Menelepon Dari Flexi Ke Esia”

Naif Al’as - Gravatar

www.naif.web.id Naif Al'as said on June 11, 2007, 9:26 pm:

masalah nya 1…INTERKONEKSI. ga tau yg mana yg bener, masing2 ngaku bahwa interkoneksi ditutup oleh masing2 pihak. tp gue sih lebih curiga ke telkom, mereka yang menutup (mengurangi) interkoneksi ke esia.

feha - Gravatar

www.feha.web.id feha said on June 12, 2007, 4:49 am:

yah namanya juga persaingan bisnis disini yang tidak sehat :D

mario - Gravatar

mario said on June 12, 2007, 7:48 am:

Selama hampir setahun saya pke esia, belum pernah bisa telp/sms ke nomor flexy. Tapi temen saya yg pke flexy kadang-kadang bisa telp/sms ke saya.

ananta - Gravatar

ananta.wordpress.com ananta said on June 12, 2007, 7:49 am:

pake logika simpel aja sih, kl ada masalah gini yg lebih rugi yang ‘besar’ apa yang ‘kecil’ :D

bmawar - Gravatar

bmawar said on June 12, 2007, 11:47 am:

sepertinya saya juga begitu, sudah beberapa bln ini saya pake esia namun sampai detik ini belum bisa telp ke flexy

dindinudin - Gravatar

dindinudin said on June 12, 2007, 1:11 pm:

kurang lebih benar seperti yang dikatakan saudara Naif Al’as yaitu masalah interkoneksi. jumlah channel yang disediakan untuk jaringan Esia ke jaringan Flexi dan sebaliknya masih terbatas. siapa yang membatasi ? siapa lagi kalau bukan t….m . dengan dalih Esia harus segera membuka/membuat jaringan di seluruh kota besar propinsi di Indonesia menurut BRTI (pihak ketiga). namun menurut pihak Esia, mereka segera akan membuka jaringan di seluruh Indonsia kalau interkoneksinya sudah ditambah sesuai perjanjian. kesimpulan saya, kalau urusannya dengan pemerintah, rasanya apapun kurang berjalan lancar…. :)

Poeg2 - Gravatar

Poeg2 said on June 13, 2007, 1:37 pm:

mau komentar… karena saya mahasiswa telekomunikasi di ITS jdnya mungkin bs jawab deh… (klo salah maaf)
secara garis besar, masalahnya adalah hubungan antar selular. setiap provider harusnya menyediakan saluran koneksi untuk tiap2 provider lainnya contoh : telkom harusnya menyediakan saluran untuk provider GSM (indosat, telkomsel dsb) dan CDMA (flexi,esia,fren dsb).
tetapi ternyata sebagian besar para provider tersebut hanya membuka saluran ke provider yang hanya menghasilkan keuntungan baginya jdnya saluran yang lain ditutup/dibatasi jadi mungkin telkom menutup saluran ke esia atau esia yang menutup ke telkom.
alasan mereka melakukan itu adalah apabila mereka membuka saluran tetapi tak ada pelanggan yang memakai jdnya kan mereka rugi kan mereka lebih baik buka saluran buat provider yang menguntungkan bagi mereka.
kira2 gitu penjelasannya. maaf klo salah :)

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on June 13, 2007, 6:04 pm:

Terima kasih buat semuanya atas komentar dan informasinya.

Terzier - Gravatar

- Terzier said on October 5, 2007, 1:40 am:

Mungkin kedua operator selular tersebut sedang bermusuhan ya ? jadinya kagak pernah akur !
Pren ke Pleky susah apalagi Pleky ke Pren
maaf aja ya saya tetap makai operator saya, Si Rajanya SMS IM3. (terserah orang mau bilang apa tentang IM3 yang penting saya tetap cinta IM3)
LOVE U IM3 by Indosat “Punya Indosat Gitu…..”

gendon - Gravatar

gendon.wordpress.com gendon said on October 24, 2007, 2:48 pm:

maseko ikutan nih…kata aku mah telkom flexy yang buat susah teleponnya,,mungkin biar esia yang disalahkan karna jaringannya jelek,,padahal telkom flexy ga mau kalah aja ama esia,,jadi dibuat susah kalo tlp dari flexy ke esia..soalnya emang sebel kalo tlp dari flexy ke esia harus mengulang 3 s/d 10 buat nyambungnya :( makasih..

kongko - Gravatar

kongko said on October 29, 2007, 4:01 pm:

klo menurut saya mah jaman sekarang persaingan emang udah ngga sehat, pemain yang udah lama terkenal aja (GSM)ngga sehat apalagi pemain baru (CDMA) ya dunia ini kan udah mau hancur orang and perusahaan ngga mikir lagi rasa sosial

tamu - Gravatar

tamu said on November 20, 2007, 11:39 am:

yups, kalo susah call fexy esia, gampangnya time slot (ts) untuk koneksi voice memang terbatas, dan tidak mudah untuk melakukan adjustment (secara policy dan hitungan bisnis. gak cuma salah telkom loh, baktie tel pasti juga mikir dulu mao nambah koneksi, karena kalo total traffic tidak mencapai batas tertentu mereka akan kena denda dari lawan interkoneksinya :-) )…kalo secara teknikal sih, tinggal tarik kabel doank :-)

solusinya ya pake sms-an aja kali ya…walaupun terbatas juga, koneksi signaling-nya (untuk sms) pasti gak penuh2 amat :-)

atau pake yang kartu dari selular besar, karena biasanya jalur interkoneksinya udah gede…

DEWANTARA - Gravatar

DEWANTARA said on April 19, 2008, 10:03 am:

CDMA MANA YANG PALING MAHAL ?

Esia sejam 1100, Flexi sejam 753, Fren Sejam 540.

Esia ke sesama 55 per menit, Flexi 49, Fren 38.

Esia ke GSM lokal 880, Flexi 800, Fren 700.

Esia ke GSM se propinsi 1700, Flexi 1900, Fren 700.

restu - Gravatar

restu said on June 9, 2008, 12:48 pm:

saya menelpon dari telkom ke esia jam2 tertentu suka tulaliit.jelas ini masalah interkoneksi yang jadi persoalan.jadi sekarang damai aja,biar sama-sama untung

kolot - Gravatar

kolot said on September 1, 2008, 10:47 pm:

Saya kira masing masing same-same promosi abis, persoalannye mana Yang MERAH-PUTIH, esia atau flexi … yg jelas MERAH PUTIH itu menyumbang untuk pembangunan negara kite sendiri seperti Flexi, sedang yg lain, belum tau deh menyumbang siapa, ke luar negeri atau ke mana atuh….. dan kalo kita rame rame dukung milik bangsa kita berarti bangun negara kita sendiri, hasilnya takkan ke mana….yg pasti boleh menyumbang anggaran pendidikan buat anak-anak Indonesia yg menunggu sekolah Gratisan………. gitu lhoh …yeh yeh, Than u

fiona - Gravatar

fiona said on September 26, 2008, 10:17 am:

tul, juga tuh…., minggu kemarin baca di kompas kalo perush. telkom harus nyumbang pajak trilyunan ke negara, hebat juga ya perush ini, beda sama bumn lain, coba pln…lup lep mati lampu ngak ada berentinya, padahal kalo dikelola secara baik (kayak telkom mungkin..??) bisa menghasilkan pajak yg besar…krn customer basenya buanyak banget sampe plosok, hanya krn banyak kebocoran jadinya rugi terus, juga pertamina koq makan subsidi terus bukannya nyumbang negara, kalo operator telekomunikasi lain ngaktau tuh nyumbang kemana…kesingapure,malaysia atau memperkaya diri sendiri, kalo ngak salah bos bakrie itu orang terkaya di indonesia ya…menurut majalah forbes…, padahal ganti uang rakyat aja yg di sidoarjo kagak mau, malah kebalik menjadi bencana nasional…duit negara lagi yg disedot….:(

Ysayz - Gravatar

Ysayz said on January 2, 2010, 2:00 pm:

Sya pake Flexi..sudah 3 kali bocor…isi 10rb telp 1300 tinggal 85 perak,isi 20.000 telp 3500 sisa 2500,isi lagi 10rb bocor lagi sisa 65 perak…wah cape deeh..klo yg terakhir gara2 telpon ke Esia,ga di angkat2 tapi di sana ad yg jawab cuma ga kedengeran dan itu nilainya cuma 250 perah setelah check ke 99…tus ini kenapa bisa terjadi y….
cuma share az….lama2 BT…

Leave A Comment

All fields marked with "*" are required.