Symantec Antivirus, PCMAV, dan Virus KSpoold (2)
July 21, 2007
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menceritakan bahwa ketika menscan USB flashdisk (UFD) teman saya, terdeteksi virus KSpoold oleh PC Media Antivirus (PCMAV), namun PCMAV tidak mampu mengatasinya. Saya konfirmasikan di sini bahwa waktu itu saya sedang terburu-buru dan system restore Windows lupa saya matikan, sebagaimana petunjuk penggunaannya. Saya sadari bahwa saya terlupa mematikan system restore ketika kemarin saya menemui kasus yang saya pikir sama, meskipun kenyataannya berbeda. Beberapa dokumen penting teman-pun menjadi hilang.
Awalnya, ketika teman memberitahukan bahwa dia tidak bisa membuka file dokumen Microsoft Excel-nya, saya pikir saya menghadapi virus KSpoold yang sama seperti sebelumnya. Kenyataannya ketika saya masukkan UFD tersebut, memang Symantec Antivirus (SAV) langsung mendeteksi adanya virus, namun bukan sebagai W32.Tupofse.B!inf seperti sebelumnya, tapi sebagai Backdoor.delf, dan celakanya statusnya langsung “Deleted”, mengabaikan setting SAV yang aksinya menyembuhkan atau jika tidak, mengkarantina file. Untungnya baru beberapa file, dan masih sempat saya matikan auto-scan-nya. Sedang untuk manual-scan, file yang terinfeksi tersebut statusnya Quarantine, sehingga masih dapat saya restore kembali.
Selanjutnya saya mencoba menggunakan PCMAV RC 17 (Bug Fixed). Saya lakukan ini sekedar untuk memastikan apakah PCMAV bisa atau tidak. Sebelumnya saya sudah siapkan juga Ansav terbaru yang berdasarkan informasi yang saya dengar sudah bisa mengatasi secara tuntas KSpoold. Kembali ke PCMAV, saya pastikan kembali bahwa system restore sudah saya matikan sebelum proses scanning dilakukan. Kemudian, proses scan-pun berjalan dan mulai menampakkan hasilnya dengan informasi virus yang terdeteksi adalah KSpoold.A. Setelah selesai, terlihat ada 378 file yang terinfeksi. Saya membayangkan bagaimana seandainya seluruh file terburu-buru dihapus atau terhapus oleh antivirus seperti beberapa file sebelumnya.
Syukurlah, ketika saya tekan Cure File, kemudian jendela Windows Explorer yang terbuka menutup, begitupun task bar sempat menghilang sejenak, namun kembali lagi, dan hasilnya semua file tersembuhkan. Saya lihat dalam UFD, file tidak lagi berekstensi .exe tetapi sudah kembali ke ekstensi aslinya, .xls atau .doc.
Hal yang dapat saya ambil pelajaran di sini, dengan akibat yang sama, bukan berarti terinfeksi virus atau varian yang sama, dan gunakian antivirus sesuai petunuuknya, misalnya untuk PCMAV di sini, matikan system restore sebelum menjalankannya.

Posted in








bocorone said on July 21, 2007, 12:01 pm:
mas eko, mo nanya nih. gimn cara nge-recovery file dbf yang kena kspoold??di kantor saya banyak file dbf yang kena nih