Conditional Format untuk Grafik Excel
December 19, 2007
Grafik atau chart di atas merupakan gambaran dari data penjualan per bulan dari sebuah toko kecil pada tahun 2006 seperti tercantum pada tabel di sebelahnya. Untuk membuat grafik seperti itu pada program Microsoft Excel mudah sekali, seleksi cell A1:B13 kemudian klik tombol Chart pada toolbar (atau dari menu Insert — Chart) dan ikuti langkah-langkah dalam wizard yang ditampilkan.
Belum lama ini, si pemilik toko menginginkan agar grafik tersebut di modifikasi agar dapat lebih mudah membedakan bulan mana yang penjualannya melebihi target tertentu, yaitu lima juta rupiah. Bagaimana melakukannya?
Dari tabel awal buat pada kolom tambahan pada kolom C dan D, misalnya masing-masing diberi nama Target dan Lebih. Masukkan formula pada kolom C2.
=IF(B2>5000000;5000000;B2)
Selanjutnya copy-paste cell C2ke cell-cell C3:C13.
Kemudian untuk cell D2, masukkan formula berikut:
=IF(B2>5000000;B2-5000000;NA())
Seperti pada kolom C, copy-paste cell D2 ke cell-cell D3:D13.
Hasil akhir dari copy-paste formula ini akan menghasilkan hasil seperti pada gambar di atas.
Selanjutnya, dengan tambahan dua kolom bantuan ini, akan dibuat grafik baru (atau mengedit sumber data atau source data pada grafik sebelumnya yang dibuat). Dari tabel, yang akan dijadikan sumber data adalah kolom A, C, dan D dari baris 1 sampai dengan baris 13. Untuk melakukannya seleksi cell A1:A13 seperti biasa, kemudian dengan menekan tombol [Ctrl] pada keyboard, lakukan seleksi dari cell C1:D13.
Dengan kondisi masih terseleksi cell-cell sumber datanya, langkah berikutnya adalah mebuat grafik dengan bantuan wizard. Klik Insert – Chart...
Pada pilihan tipe chart, untuk contoh ini saya memilih tipe Column dan sub-tipe Stacked column with a 3-D visual effect.
Pada langkah berikutnya adalah memilih range sumber datanya. Karena sebelumnya saya sudah menyeleksi area yang akan dijadikan sumber data-nya maka pada tahap ini dapat di lewati. Jika belum, saya akan melakukan langkah yang sama seperti sudah saya tuliskan di atas.
Pada langkah berikutnya, saya memasukkan judul chart, dan karena legend pada chart ini tidak diperlukan, pada tab Legend saya buang tanda centang pada pilihan Show legend.
Langkah berikutnya adalah menentukan apakah chart akan ditempatkan sebagai sheet baru atau sebagai object pada sheet yang sudah ada. Saya memilih opsi kedua.
Jadilah grafik yang ingin dibuat untuk pemilik toko kecil tadi.
Toko kecil dan contoh kasus pada tulisan ini hanya rekaan, saya tulis sebagai bahan praktek langsung setelah membaca tips menarik mengenai conditional formatting pada chart di Microsoft Excel.

Posted in








ifank_funky said on December 19, 2007, 6:33 pm:
Ok deh maseko,kebetulan saya jadi inget lg karna sekarang saya dah semester 2 di tempat kuliahan saya..