Menggunakan %post_id% dalam Permalink WordPress
January 27, 2008
Pada suatu waktu, seorang blogger mendapat musibah. Web server tempat dimana blognya dihosting mengalami crash yang mengakibatkan semua data termasuk database untuk blognya tidak dapat diselamatkan. Blogger tersebut pun kemudian berupaya agar blognya yang menggunakan WordPress tersebut dapat kembali diakses. Sayangnya, backup terakhir blognya sudah lama dilakukannya, masih ada ratusan entry terakhir yang masuk di dalamnya. Beruntunglah, hampir semua entry diposting melalui blog editor yang masih menampung entry-entry yang telah diposting. Untuk itu dia berniat memposting kembali entry-entry tersebut.
Setelah me-restore backup blog yang dimiliki, mulailah blogger tersebut memposting dengan mengeset tanggal posting sesuai tanggal posting entry tersebut sebelumnya yang dia peroleh dari arsip entry yang tersimpan dalam blog editor yang dia gunakan. Dalam setengah hari entry-entry tersebut berhasil dia posting. Melalui akses di blognya dia pun dapat memastikan bahwa entry-entry tersebut dapat diakses dengan baik.
Beberapa hari kemudian, blogger lain menginformasikan jika link yang dibuat ke salah satu entry dalam blognya mengarah ke artikel yang salah. Blogger yang terkena musibah tadi pun memang dapat memastikan bahwa link-link yang mengarah ke puluhan entry yang berasal dari blog lain maupun link dari hasil pencarian Google yang masih tersimpan mengarah ke artikel yang salah.
Kejadian yang saya tuliskan di atas memang bukan kejadian yang sebenarnya terjadi. Tapi, bisa saja kejadian tersebut menimpa pemilik blog WordPress. Masalah link artikel yang mengarah ke artikel yang salah tadi disebabkan karena blogger tersebut menggunakan %post_id% ketika menyetting permalink dalam blog WordPress-nya, misalnya:
/archives/%post_id%
Sedangkan %post_id% merupakan nilai numerik yang dihasilkan secara otomatis dari MySQL, database yang digunakan untuk menyimpan data blog. Nilai ini berurut berdasarkan entry-entry yang dimasukkan ke dalamnya. Ketika proses memposting kembali dilakukan secara berurut sesuai tanggal dan waktunya, ketika salah satu entry mendapat post_id yang berbeda, entry-entry berikutnyua dipastikan juga begitu. Apalagi jika proses memposting kembali dilakukan secara tidak berurut berdasarkan tanggal dan waktu posting sebelumnya. Ujungnya permalink yang dihasilkan pun akan berbeda dengan permalink yang sebelumnya.
Bisa jadi ini menjadi pertimbangan ketika memulai sebuah blog WordPress untuk tidak menggunakan %post_id% dalam setting permalink yang digunakan.

Posted in








nyari-duit-di-internet said on January 27, 2008, 2:16 pm:
wah, gak punya wordpress mas
kalau di blogger gimana maseko ?
thanks ya