Peramban Web, Bukan Perambah Web

Published Date February 8, 2008 by maseko

Saya ingat, pertama mengetahui adanya istilah-istilah baku bidang teknologi informasi ketika membaca tulisan Ikhlasul Amal di #direktif. Beberapa istilah memang masih saya ingat, meskipun sampai sekarang saya jarang menggunakan ketika menulis di blog ini. Saya lebih sering menggunakan istilah asingnya daripada istilah yang baku menurut Bahasa Indonesia, bahkan lebih sering tanpa menuliskan secara miring. Pernyataan: Saya bukan pengguna Bahasa Indonesia yang baik dan benar :).

Setelah mengetahui adanya tautan ke situs web Glosarium Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia dari blog Firman Firdaus, tadi malam saya berkunjung ke sana dan melakukan penelusuran berbagai istilah dalam bidang teknologi informasi. Akhirnya saya tersadar, ada istilah yang selama ini saya anggap baku ternyata bukan. Pencarian terhadap blog ini menghasilkan dua tulisan untuk istilah yang saya maksudkan salah tersebut, yaitu istilah "perambah" untuk menggantikan istilah "browser".

Saya tidak tahu dari mana saya ambil dan akhirnya saya anggap baku istilah "perambah" tersebut. Kemungkinan dari media-media yang pernah saya baca termasuk blog #direktif yang ternyata lebih sering menggunakan istilah "perambah" untuk menggantikan "browser". Padahal, dalam daftar istilah yang pernah dimuat di #direktif kata baku untuk "browser" adalah "peramban" dan "penjelajah".  Selain mengikuti apa-apa yang disampaikan dalam #direktif, saya adalah penggemar kekonsistenan Ikhlasul Amal untuk menggunakan Bahasa indonesia secara baik dan benar termasuk ketika menulis untuk blog. Dengan mencantumkan serta membuat tautan ke tulisannya, saya berharap beliau sempat memberikan konfirmasi mengenai istilah "perambah", yang mungkin saja memang beralasan.

Menurut Glosarium Pusat Bahasa sendiri, kata baku untuk "browser" adalah "peramban" tanpa menyertakan "penjelajah" yang lebih sering digunakan dalam tulisan-tulisan di internet. Istilah lain yang terkait dengan penggunaan istilah "peramban" adalah "peramban web" sebagai istilah baku untuk "web browser" dan "peramban VRML" sebagai istilah baku dari "VRML browser".

Dari penulisannya "peramban" dan "perambah" memang berdekatan yang memungkinkan seseorang termasuk saya salah membaca dan menangkap "peramban" sebagai ‘perambah", hanya berbeda huruf "h" dan "n" yang memang mirip, letak tombol huruf "h" dan "n" yang berdekatan pada keyboard, disamping kata "perambah" lebih sering saya dengar sebelumnya, misalnya "perambah hutan". Saya sendiri memastikan membaca sebagai "peramban" tadi malam, bahkan sempat mengira kalau ada salah ketik untuk istilah tersebut. Tetapi setelah melihat istilah lainnya, saya baru bisa memastikan memang "peramban"-lah yang memang dimaksudkan. Bagaimana arti keduanya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?

"Rambah" sebagai kata dasar dari perambah mempunyai arti: babat; tebang; pangkas (tt tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan), sedangkat "ramban" sebagai kata dasar "peramban" mempunyai arti: 1 mencari daun-daunan yg muda untuk makanan kambing dsb; 2 mencari daun-daunan yang muda untuk sayuran. Jadi selain dari penulisannya, dari arti pun, keduanya ada dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Jika dikaitkan dengan penggunaannya untuk istilah "browser", sepertinya memang "peramban" mempunyai keterkaitan yaitu "mencari", disamping mungkin adanya alasan istilah "peramban" sangat jarang digunakan dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan untuk menggantikan istilah "browser".

Terbukti, dengan adanya situs web Glosarium dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, hari ini saya dapat belajar satu istilah baku. Selanjutnya, kapan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional menyediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam bentuk situs web? Ternyata, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional sudah menyediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam bentuk situs web



Tulisan lain yang mungkin terkait dengan tulisan di atas:

  1. Launchy: Bukan Sekedar Peluncur Program
  2. Kata Yang Paling Sering Diketik
  3. Blogsvertise: Pendaftaran Saya Diterima
  4. Technorati: “No posts link to that URL yet”
  5. Singkatan Kata Dalam Google

23 Responses to “Peramban Web, Bukan Perambah Web”

Willy KL - Gravatar

friendster.com/willykl Willy KL said on February 8, 2008, 7:34 pm:

Mas…
numpang nanya..
command untuk windows yang shutdown ato restart PC apa si?
dulu saya perna baca di salah satu buku komputer, tapi saya lupa.. pokokna kita tinggal ketikin command itu lewat run menu..

yah..
g mau tau itu sebagai alternatif aja..
^ ^

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 8, 2008, 7:45 pm:

Gunakan perintah shutdown
shutdown -s untuk shutdown
shutdown -r untuk restart
pelajari opsi-opsi lainnya dengan mengetikkan
shutdown /?

ephi - Gravatar

ephi said on February 8, 2008, 8:18 pm:

Kemarin masih online, ga tahu kenapa hari ini ga bisa diakses: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

ephi - Gravatar

ephi said on February 8, 2008, 8:19 pm:

lupa, mas, situs itu berdasarkan kbbi edisi 3, jadi jangan harap ada daring, luring, dan peramban di situ.

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 8, 2008, 8:27 pm:

#3
Terima kasih informasi yang sangat berguna ini. Saya sudah mengecek dan masih online.

dheche - Gravatar

dheche.songolimo.net dheche said on February 9, 2008, 12:57 am:

hehehe, lha kok saya jd bingung.
kalo berdasarkan kbbi:
pe·ram·bah n 1 orang yg merambah; 2 alat untuk merambah;
sedangkan:
me·ram·bah v 1 membabat; menebang; memangkas (tumbuh-tumbuhan): mereka ~ pohon-pohon kecil; 2 membuka atau menebang (tt hutan): para transmigran sedang ~ hutan untuk permukiman; 3 merintis (jalan): mereka harus lebih dahulu ~ jalan agar dapat lewat; 4 memarang (menembaki, memukul banyak-banyak sekaligus): dng senapan mesin kami berhasil ~ pasukan musuh itu; 4 menjelajah;

jadi mestinya yg dimaksud itu “perambah” / “penjelajah”.

Donny Reza - Gravatar

mind.donnyreza.net Donny Reza said on February 9, 2008, 2:36 am:

Saya juga lebih memilih untuk tetap menggunakan kata aslinya, bukan gaya-gayaan sih, hanya seringkali dengan menggunakan padanan bahasa Indonesia, kok jadi ‘aneh’ dan maknanya bisa ‘nggak nyambung’

Samsul - Gravatar

samsulhadi.com Samsul said on February 9, 2008, 6:12 am:

Saya teringat bertahun-tahun yang lalu Habibie pernah berkomentar bahwa Bahasa Indonesia tidak cocok untuk menulis masalah yang berkaitan dengan teknologi, karena banyak istilah-istilah teknologi tersebut yang tidak mempunyai padanan kata dalam bahasa Indonesia. Andaikan diserap, kata serapan belum tentu mencerminkan makna aslinya sehingga ide yang disampaikan dikhawatirkan tidak akan sampai pada pembaca. Beliau lebih cenderung memakai bahasa asing, meskipun sangat ingin menggunakan Bahasa Indonesia.
Dalam konteks tulisan di web, saya berpendapat bahwa semua pengguna internet Indonesia mayoritas sudah berpengetahuan tentang istilah-istilah yang digunakan dalam dunia internet. Mulai dari sistem operasi yang dari pabriknya menggunakan bahasa asing, fitur dan menu browser, bahkan mungkin halaman yang dibaca.
Saya belum tahu bagaimana halnya di tempat lain sekarang, namun di kampus tempat saya kuliah dulu dalam perkuliahan Sistem Informasi Manajemen, misalnya, istilah record, database, harddisk tidak ditulis ke dalam Bahasa Indonesia. Baik di dalam modul kuliah dari dosen maupun buku teks yang saya beli di Gramedia. Sehingga sampai sekarang pun istilah-istilah yang saya pakai masih istilah-istilah yang pertama kali saya kenal, dan berharap lawan bicara saya lebih bisa menangkap apa yang saya maksudkan.

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 9, 2008, 11:59 am:

#6
Mungkin seperti yang saya tulis, alasannya memanfaatkan kata yang hampir punah :), karena jarang digunakan. Seperti kata “canggih” yang konon berarti “cerewet” digunakan untuk mengindonesiakan “complicated”.

#7
Alasan yang serupa saya terapkan juga ketika menulis di blog ini, saya menggunakan kata yang memang sehari-hari saya gunakan, meskipun terkadang diselipi juga kata-kata baku yang saya ingat. Kalau nantinya berkesempatan menulis makalah atau tulisan resmi lainnya, sebisa mungkin berusaha menggunakan kata yang baku.

#8
Beberapa buku perkomputeran yang saya baca, sudah menggunakan kata baku Bahasa Indonesia, tetapi penulisnya menyertakan juga halaman khusus semacam kamus istilah. Tetapi memang, saya pribadi masih harus membiasakan dengan kata-kata itu, karena waktu mencernanya sepertinya masih lebih lama dibanding kata asingnya, atau bahkan, harus mengintip kamus istilah mini yang disertakan misalnya.

Willy KL - Gravatar

friendster.com/willykl Willy KL said on February 9, 2008, 7:58 pm:

Thanks…

Firman Firdaus - Gravatar

daus.trala.la/ Firman Firdaus said on February 9, 2008, 10:10 pm:

Informasi menarik, rambah dan ramban. Dan saya baru tahu juga ada KBBI versi online. EH, kalo “online” bahasa Indonesianya apa yah?

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 10, 2008, 9:46 am:

#11
Saya lihat Mas daus sudah posting tentang “online”. Telat reply-nya..

ki kalang kabut - Gravatar

kalangkabut.wordpress.com ki kalang kabut said on February 11, 2008, 10:34 am:

mase…. ramban itu bukannya nyari makan buat kambing atau sapi???

(dasar adek kelas kurang ajar ra ngilmiyah babar blas ! hehehehe!!)

Willy KL - Gravatar

friendster.com/willykl Willy KL said on February 14, 2008, 8:09 pm:

Mas..
sorry ganggu lagi..
hehe..
numpang nanya dunk..
.Net Framework sekarang da versi berapa si?
Tau dimana bisa downloadnya?
Minta link-nya donk..
Dari tadi cari di microsoft.com.. loadingnya lambat..
hehe.

^ ^
Thanks

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 15, 2008, 5:15 pm:

#14
Yang saya tahu, terakhir versi 2.0. Download bisa masuk halaman Microsoft ini.

pap - Gravatar

pap said on February 19, 2008, 5:38 pm:

mas..boleh nanya nih….apa kalo beli Domain tu..memang bisa dibagi2 untuk beberapa situs yg beda …thank ats ilmunya

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 19, 2008, 7:26 pm:

#16
Bisa saja, misalnya dengan menggunakan subdomain atau subdirektori.

mk - Gravatar

m-kurniawan.web.id mk said on February 23, 2008, 11:07 pm:

Maseko, sorri kalo OOT. link di komentar kok gak muncul ya? apa gara-gara theme-nya kurang ??

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 23, 2008, 11:13 pm:

#18
Maksudnya link ke blog pemberi komentar ya? Itu bisa diklik dari gravatarnya.

maseko - Gravatar

maseko.com maseko said on February 29, 2008, 12:53 am:

#19
Update: sekarang sudah dikembalikan seperti pada theme sebelumnya.

orangtangkas9 - Gravatar

adlinur-muda-nasution orangtangkas9 said on January 24, 2009, 10:52 pm:

huh, taunya peramban itu browser.. cape deh ^ ^’

raden - Gravatar

musik.um.ac.id raden said on October 16, 2009, 8:22 am:

trims sangat membantu kang…

haris johan - Gravatar

marunda.wordpress.com haris johan said on January 18, 2010, 2:42 am:

salam suskes selalu :)

Leave A Comment

All fields marked with "*" are required.