Melaporkan Spam Sebagai Spam
February 25, 2008
Mungkin hampir semua pengguna email yang sudah cukup lama memiliki alamat email tersebut tidak asing dengan kedatangan email tak diundang ini. Berbagai materi mengisi email jenis ini, dari promosi produk, bermaksud melakukan phising, sampai berisi informasi yang tidak jelas maksudnya. Tiba-tiba dia masuk dalam inbox email kita. Untunglah, layanan email seperti Yahoo! Mail, Gmail, dan lainnya saat ini sudah membentengi dengan penjagaan dan selanjutnya email-email spam yang masuk dikelompokan dan dimasukkan dan diberi label tersendiri. Namun, benteng yang telah disiapkan oleh penyedia layanan tersebut kadang atau seringkali meloloskan email-email seperti ini. Reaksi pengguna pun dapat bermacam-macam: membiarkan begitu saja, menghapusnya, atau melaporkan sebagai spam.
Dari berbagai reaksi atas email masuk tak diundang yang disebut email spam tersebut adalah melaporkannya sebagai spam. Karena dengan melakukannya, bisa jadi kita turut memperbaiki sistem pertahanan atas spam yang sudah ada, dan di kemudian hari, email-email sejenis tidak akan masuk lagi ke inbox, tetapi langsung ke tempat sampah yang telah disiapkan. Seperti informasi untuk Gmail berikut:
Gmail users play an important role in keeping spammy messages out of millions of inboxes. When the Gmail community votes with their clicks to report a particular email as spam, our system quickly learns to start blocking similar messages. The more spam the community marks, the smarter our system becomes.
Jadi semakin banyak orang yang mebiasakan diri melaporkan email spam sebagai spam, ada kemungkinan terjadi perbaikan pada sistem pertahanan atas spam yang ada.
Jika email spam yang berhasil masuk ke inbox, mungkin tidak akan merepotkan, tetapi bagaimana jika banyak? Pasti merepotkan. Tapi perlu dimulai dengan membiasakan diri, cukup pada satu halaman pertama saja, pilah dulu mana-mana yang dari subjek dan/atau nama pengirimnya sudah memberi tanda bahwa itu adalah email spam, beri centang dan klik tombol atau sarana lain untuk melaporkannya sebagai spam. Jika misalnya satu halaman yang dihadapi lebih banyak email spam dari yang bukan, beri centang saja semua email, baru buang mana-mana email yang bukan spam. Hati-hati, jangan sampai email penting kita turut dilaporkan. Jika misalnya, kita mengetahui bahwa email tersebut adalah spam setelah membacanya, langsung laporkan saja sebagai spam.
Jumlah aksi menghapus dan melaporkan email sebagai spam kurang lebih sama, jadi biasakan melaporkan email spam sebagai spam dibanding menghapusnya.
Masalah spam tidak hanya terjadi pada email, hampir mirip, terjadi pula pada pada blog, yaitu datangnya komentar spam. Ada berbagai alat yang dapat digunakan untuk mengatasi, tapi sama seperti pada layanan email, beberapa masih berhasil lolos. Jika memang terdapat sarana melaporkannya sebagai spam, maka jangan lupa memanfaatkan ini.
Semua itu lakukanlah jika memang memungkinkan, jangan sampai kita diperbudak spam, membuka email hanya untuk melakukan tindakan melaporkan spam sebagai spam
Berapa email spam yang Anda laporkan hari ini? Saya laporkan dua..

Posted in









Zulmasri said on February 26, 2008, 5:18 am:
Benar apa yg mas Eko tulis. Dulu awal ngemail, saya pakai plasa. Dua minggu nggak saya buka, ratusan spam sampah masuk. Oleh karena kewalahan, emailnya saya tinggalkan dan ganti dg yahoo dan gmail. Alhamdulillah, lancar….
Untuk spam handphone seperti iklan lewat sms, ada cara menghalanginya nggak mas?
Zulmasri
http://zulmasri.wordpress.com