ThinkFree Office
April 13, 2008
Bagi yang biasa menggunakan Microsoft Office 2003 atau sebelumnya, akan mudah beradaptasi dengan aplikasi office suite ini, karena interface yang diberikan mirip walaupun tidak sama persis sepenuhnya. Selain interface-nya, aplikasi ini juga kompatibel dengan Microsoft Office yang mampu menangani dokumen Office 97-2007, PDF, RTF, dan CSV.
ThinkFree Office, begitu nama progam office suite ini, merupakan paket aplikasi word processing (ThinkFree Write), spreadsheet (ThinkFree Calc), dan presentation (ThinkFree Show) yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi Java yang memungkinkan dapat dijalankan pada platform Windows, Mac, dan Linux. Jika sebelumnya mungkin pernah membaca atau mendengar berita pengenalan program ini di Indonesia dengan harga $50, sejak beberapa hari yang lalu ThinkFree menyediakan aplikasi ThinkFree Office yang memungkinkan untuk didownload dan digunakan secara gratis sebagai bagian dari ThinkFree Online. Bisa jadi ke depannya ThinkFree akan lebih fokus pada penjualan ThinkFree Server untuk lingkungan bisnis.
Sebagai bagian ThinFree Online, sepertinya memang ThinkFree Office digunakan sebagai aplikasi desktop untuk mendukung aktivitas pengolahan dokumen secara online. Setelah saya menginstal dan menggunakannya, pilihan penyimpanan dokumen yang diberikan hanyalah ruang penyimpanan online pada server ThinkFree yang hanya dapat dilakukan ketika login dengan email dan password pada saat registrasi, sedang ketika saya menyimpan pada pilihan direktori cache, yang saya dapati pesan "no write permission". Namun, untuk membuka dan mengedit dokumen Microsoft Office yang sudah tersimpan di komputer, pengolahan dan penyimpanan dapat dilakukan dengan baik. Karena belum mencoba versi ThinkFree Premium, saya tidak tahu apakah pada versi berbayar tersebut juga terjadi. Mungkin saja ini memang hanya untuk versi gratisnya saja.
Setelah mencoba menggunakan dengan terlebih dahulu login melalui fasitas ThinkFree Manager, maka dokumen yang dibuat dapat disimpan pada penyimpanan online berkapasitas 1 Gb yang diberikan. Dokumen-dokumen yang tersimpan di sana masuk dalam lokasi yang dinamakan MyOffice yang berfungsi sebagai file manager, di mana kita dapat membuat, mengubah nama, maupun menghapus file dan folder termasuk juga opsi untuk sharing. Ketika saya mengklik file yang sudah tersimpan di sana, ini akan membuka file dokumen tersebut melalui program desktop ThinkFree Office yang sebelumnya saya install.
Pekerjaan pengolahan dokumen office dengan ThinkFree Office tidak selamanya harus dilakukan secara online. Ini dapat dilihat ketika saya membuka file yang sudah tersimpan di sana kemudian koneksi internet saya putuskan. Pengolahan dokumen ini masih bisa dilakukan, bahkan dapat saya simpan pada ruang penyimpanan lokal (cache). Dan berikutnya, ketika internet kembali terkoneksi, maka akan ada proses sinkroniasi antara direktori cache lokal dengan lokasi penyimpanan online. Proses sinkroniasi sendiri dapat diatur waktunya melalui fasilitas Setting.
Kemudian saya mencoba menguninstall ThinkFree Office dari komputer, untuk melihat bagaimana aksi ketika melalui fasiltas MyOffice saya membuat atau mengedit dokumen yang ada. Hasilnya, baik untuk membuat dokumen baru maupun mengedit, akan membuka halaman baru apakah akan mendownload ThinkFree Office atau akan melakukannya secara online. Ketika dicoba memilih melakukan secara online, ini akan membuka jendela baru browser dan yang muncul selanjutnya adalah applet java yang menampilkan aplikasi yang sama dengan aplikasi desktopnya. Hanya saja, karena pertama kali menggunakan fasilitas pengolah online ini, halaman loading cukup lama. Ketika berikutnya mencoba lagi, aplikasi online dapat loading lebih cepat, tapi lebih cepat lagi jika dilakukan melalui aplikasi desktop.
ThinkFree Office Hack
Di atas telah saya tulis bahwa sepertinya penggunaan ThinkFree Office sebagai aplikasi desktop lebih ditujukan untuk mendukung aktivitas pengolahan dokumen secara online. Namun, setelah melihat dan mempelajari struktur ruang penyimpanan sementara (cache) pada ruang penyimpanan lokal, saya melihat ada celah untuk dapat menggunakan sepenuhnya sebagai aplikasi desktop yang tidak memerlukan koneksi internet bahkan tidak perlu registrasi untuk mendapat account ThinkFree yang dapat digunakan untuk menyimpan dokumen baru secara lokal selain membuka dan mengedit dokumen yang ada. Jadi untuk pengguna dimana komputer yang digunakan tidak terkoneksi internet dapat pula mencoba menggunakan ThinkFree Office ini.
Berikut langkah yang saya coba pada Windows XP:
- Download dan install ThinkFree Office;
- Buat folder baru, misalnya di bawah My Documents dengan nama ThinkFreeDocuments, atau nama yang lainnya;
- Jalankan ThinFree Manager atau aplikasi ThinkFree lainnya, kemudian klik ikon ThinkFree Office yang di system tray dan pilih Setting. Pada tab Sync, untuk Sync location, arahkan pada folder baru tersebut.
- Kembali ke Windows Explorer, di bawah folder baru tersebut, buat folder baru dengan nama dalam format alamat email, misalnya coba@cobasaja.com;
- Dibawah folder dengan format alamat email ini, buat lagi folder baru dan beri nama smb;
- Lagi :), buat folder baru, dan di sini kita bebas memberi nama folder ini. Di sini bebas juga membuat jumlah folder yang diinginkan; Maka berikutnya, ketika memilih Save atau Save As.., pada jendela yang muncul telusuri folder alamat email sampai folder dibawah folder smb, dan di sanalah kita dapat menyimpan dokumen baru.
Sepertinya memang berbelit, tapi ketika sudah cocok dengan interface dan kemampuan yang dimiliki, prosedur sedikit berbelit sepertinya tidak masalah.



Posted in








gnine said on April 13, 2008, 10:25 am:
Bukannya ThinkFree Office ini adalah versi “lain” dari OpenOffice, seperti juga OxygenOffice atau MicroStar?