Upload Foto di Shutterstock, Dibayar Setiap Foto Didownload
May 30, 2008 by maseko
Shutterstock merupakan website yang menjual foto-foto secara online dengan sistem berlangganan dengan biaya sesuai masa langganan dan dalam masa itu pembeli dapat mendownload 25 foto per harinya. Tidak terbatas pada foto, tapi juga gambar ilustrasi dan vektor. Foto dan image yang disediakan oleh Shutterstock sendiri berasal dari para penggunanya yang dibayar setiap kali foto yang diuploadnya didownload oleh pelanggan. Setiap foto didownload, maka akan dibayar sebesar $0.25. Jika Anda mempunyai hobi fotografi dan memiliki paspor, bisa dicoba "mengadu nasib" di Shutterstock, siapa tahu mendapat penghasilan.
Saya sendiri pernah mendaftar, namun sayangnya dalam beberapa menit sudah saya dapati email penolakannya, karena yang saya upload file hasil scan KTP karena dari yang saya baca sebelumnya diminta mengupload "government issued ID", dengan memberi contoh paspor dan SIM.
Please upload a passport which is valid for international travel. We only accept international passports. We do not accept national identity cards.
Meskipun sudah ditolak
saya masih menuliskannya di sini, karena hampir isi paragraf pertama telah saya tulis ketika menunggu email konfirmasi, sayang untuk langsung dihapus. Alasan selanjutnya: setelah login, saya menemui adanya program afiliasi untuk mereferensikan ke fotografer maupun pembeli dengan imbalan jika foto atau image didownload maka akan mendapat bagian $0.03 dan 20% untuk imbalan pembelian.
Jadi jika Anda biasa jeprat-jepret dengan kamera digital Anda dan juga mempunyai paspor untuk memenuhi persyaratan bisa mengupload, dapat mendaftar melalui link afiliasi Shutterstock saya. Jika Anda belum memenuhi persyaratan seperti halnya saya, mungkin bisa turut program afiliasinya, siapa tahu Anda lebih beruntung dibanding saya, dan saya tetap beruntung karena bisa jadi turut mendapat pahalanya
----------------------
IKLAN – Mengikuti jejak kesuksesan I heart NY, Eko Punto Pambudi berinisiatif membuat ikon baru untuk Jakarta seperti nampak pada gambar di samping. Menurutnya ikon ini dibuat simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Kini, ikon tersebut ada pada sebuah kaos yang dapat anda dapatkan di sini.

Posted in









tukang ketik said on May 31, 2008, 9:05 am:
good info, thanks…