Menjajal Telkomsel Flash
July 4, 2008 by maseko
Sejak tanggal 1 Juli kemarin, akses internet melalui XL sudah berhenti. Sekitar sebulan yang lalu, sebenarnya saya sudah bersiap diri untuk beralih ke Telkomsel Flash, tetapi setibanya di Grapari, saya baru tersadar jika saya tidak membawa KTP karena dipinjam isteri saya untuk suatu urusan, dan akhirnya saya pulang hanya dengan membawa form aplikasi pendaftaran Kartu Hallo untuk diisi di rumah dan ketika nantinya datang kembali ke Grapari telkomsel tinggal menyerahkan berikut lampiran yang diharuskan.
Karena berbagai kesibukan pekerjaan sebulan terakhir, sampai saat ini pun saya belum datang kembali ke Grapari Telkomsel. Sebelum benar-benar beralangganan paket unlimited Telkomsel Flash tersebut, malam ini saya mencoba dengan membeli paket time based Telkomsel Flash 24 jam seharga 100 ribu yang dapat digunakan dalam waktu 1 minggu.
Mencoba hampir satu jam ini, sepertinya mengecewakan. Akses ke situs-situs dalam negeri terkadang memang cepat, tetapi lambat sekali setiap kali mengakses situs-situs luar termasuk Google dan maseko.com. Mencoba menggunakan layanan tes kecepatan dari menu home screen Telkomsel Flash tidak pernah berhasil, dan sekian menit hanya menampilkan seperti gambar berikut, tidak ada hasil yang diperlihatkan.
Saya mencoba melakukan pengetesan melalui Speedtest.net, untuk akses server dalam negeri sempat melihat hasil 143 kbps, tetapi berikutnya mencoba lagi kisarannya hanya 70-an kbps. Untuk pengetesan ke server luar, hasilnya memang mengecewakan sekali.

O ya , saya mencoba akses dari komputer yang terhubung dengan handphone LG KU250 yang baru mendukung akses 3G UMTS, dan saya mengakses dari pusat kota bandung dengan sinyal 3G tiga bar.
Jadi ragu untuk berlangganan. Menurut Anda bagaimana, perlu dilanjut ke berlangganan atau tidak?
----------------------
IKLAN – Mengikuti jejak kesuksesan I heart NY, Eko Punto Pambudi berinisiatif membuat ikon baru untuk Jakarta seperti nampak pada gambar di samping. Menurutnya ikon ini dibuat simpel dan mudah dipahami. Penggunaan "GW", bukan "Gue" atau "Saya" mencerminkan dinamika kota yang dinamis dan compact. Heart dibuat terbalik agar—bersama hurup "T"—membentuk ikon Jakarta, yaitu tugu Monas.
Kini, ikon tersebut ada pada sebuah kaos yang dapat anda dapatkan di sini.

Posted in









mbah joyo said on July 4, 2008, 9:53 pm:
jauh bener sama iklanya yang 256 kbps itu?