Email untuk Seorang Blogger Belia
July 10, 2008 by maseko Saya copy-pastekan isi email saya ke seorang blogger belia yang saya lihat di blog pribadinya, dia masih duduk di SMP. Ini terkait dengan postingan-postinga dia pada suatu blog yang belakangan hampir semua isinya copy-paste dari blog ini. Sebelumnya saya sudah sempat kontak dia melalui email dan dia sempat membalas. Namun belakangan email lanjutan saya tidak ada tanggapan. Komentar saya di blog dia tidak di-approved, dan pesan saya pada shoutbox blognya dihapus.
Lebih dari masalah copy-paste tanpa memberikan rujukan asal tulisan, email ini saya tujukan sebagai ungkapan keprihatinan atas tindakan dan sikap dia tersebut, berharap anak muda kreatif ini dapat berakhir pada kebaikan. Kebaikan untuk dirinya dan juga orang lain.
Hallo Xxx Xxxxx Xxxxxx Xxxx Xxxxxxx,
Email saya sebelumnya, komentar saya dan juga pesan pada shoutbox blog Xxxxxx yang telah dihapus, tidak Xxxxxx balas atau tanggapi sebagaimana seharusnya dan sepertinya Xxxxxx malah mengabaikan apa-apa yang saya sampaikan dengan hadirnya postingan baru yang masih merupakan copy-paste dari blog saya yang masih juga belum mencantumkan sumber tulisannya. Selain copy-paste, Xxxxxx juga telah mememanggil langsung image-image pada blog saya.
Coba perhatikan link lisensi yang saya cantumkan pada footer blog saya http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/, kalau saya terjemahkan secara sederhana, Xxxxxx boleh saja mendistribusikan misalnya meng-copy paste isi tulisan saya ke blog Xxxxxx, tetapi ada syaratnya yaitu attribution dalam hal ini untuk menunjukkan siapa penulis dan asal tulisan asalnya. Contoh penerapan untuk copy-paste dalam bentuk tulisan di blog lain adalah dengan mencantumkan alamat atau URL dari mana tulisan tersebut berasal. Dengan berlaku seperti yang Xxxxxx lakukan saat ini, itu seolah-olah mengaku bahwa tulisan tersebut Xxxxxx yang menulis, apalagi pada setiap tulisan Xxxxxx mencantumkan banner "CopyScape" yang tentunya bukan hak Xxxxxx melakukan hal tersebut.
Apa yang saya telah saya sampaikan sebelumnya dan sekarang ini, selain untuk kebaikan saya juga untuk kebaikan Xxxxxx sendiri, artinya agar Xxxxxx mampu menjadi diri sendiri. Coba bayangkan, jika ada teman atau saudara yang mebaca blog Xxxxxx, tentu akan mengira bahwa Xxxxxx yang menulisnya. Mungkin Xxxxxx akan senang jika orang-orang itu memuji dengan tulisan yang ada. Tapi, kesenangan yang Xxxxxx rasakan adalah semu belaka, padahal jika mau sedikit berusaha misalnya dengan berusaha menulis sesuai kemampuan, kesenangan yang akan Xxxxxx rasakan mungkin akan lebih dari itu, apalagi dengan kemampuan, semangat muda yang Xxxxxx miliki mungkin akan mampu menulis lebih baik. Dan jika memang belum teripikir menulis sendiri dan memilih menyalin tulisan orang lain, tentunya harus diperhatikan hak-hak orang lain tersebut.
Kalau saya lihat, Xxxxxx masih belia, dan sebagai orang tua yang sudah berputra tentunya saya prihatin dengan apa yang Xxxxxx lakukan, tidak menghormati karya orang lain dan bahkan mengabaikan pesan-pesan yang telah saya sampaikan secara baik-baik. Saya yakin kok, sebenarnya Xxxxxx mempunyai kemampuan yang lebih dibanding teman-teman Xxxxxx yang lain yang kurang beruntung. Xxxxxx mempunyai orang tua mampu, bisa mengenyam sekolah yang layak, bahkan bisa berinternetan di rumah, dan hal tersebut seharusnya akan lebih mendukung kemampuan yang Xxxxxx miliki saat ini untuk masa yang akan datang dan tentunya harus tetap berpegang pada aturan dan norma-norma yang ada. Pada akhirnya hasilnya tentu akan berpulang pada Xxxxxx sendiri disamping bagi orang tua Xxxxxx yang telah membesarkan Xxxxxx yang tentunya akan bangga karena bagi mereka Xxxxxx benar-benar menjadi cahaya suci bagi mereka.
Akhirnya, mari bersama-sama dengan saya berusaha menjadi blogger yang baik tanpa harus melanggar hak-hak orang lain dan menipu diri sendiri. Ya, bersama-sama karena saya pun masih belajar untuk mencapai itu semua.
Semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi bahan renungan dan mendapat perhatian dari Xxxxxx. Email ini akan saya publikasikan di blog saya dengan menyamarkan nama Xxxxxx dan alamat blog Xxxxxx. Mohon maaf jika ada kata-kata dan tindakan saya yang kurang berkenan.
Maseko
—————
Seorang blogger, seorang kakak, dan seorang ayah.
http://maseko.com

Posted in 







Memang harusnya yang namanya copas jangan diberdayakan. Tapi mas misal kita menterjemahkan dari web / buku asing gimana? Selama masih diberi keterangan tentang sumbernya gapapa kan?