<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>maseko's weblog &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://maseko.com/category/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maseko.com</link>
	<description>Blog pribadi Eko Pramuyanto a.k.a. maseko berisi catatan, tips dan trik, hasil percobaan, dan info lainnya seputar teknologi informasi, khususnya komputer dan internet.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 04:53:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Membuat Partisi Hardisk dengan GParted</title>
		<link>http://maseko.com/2009/01/17/membuat-partisi-hardisk-dengan-gparted/</link>
		<comments>http://maseko.com/2009/01/17/membuat-partisi-hardisk-dengan-gparted/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 06:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[gnome]]></category>
		<category><![CDATA[gparted]]></category>
		<category><![CDATA[hardisk]]></category>
		<category><![CDATA[partition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2009/01/17/membuat-partisi-hardisk-dengan-gparted/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan dari komentar sekepel di sini: tolong dong bahas dan kasih tahu cara Download Software yang di pakai untuk Partisi Hardisk tapi software tersebut bisa Partisi Hardisk dengan cara Bootable. bukan setelah di install Operating System. kalau ada Software yang bisa Partisi Hardisk secara Bootable tolong di bahas dong. kalau bisa File yang di download [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="gparted" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="107" alt="gparted" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/gparted.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Pertanyaan dari <a title="komentar sekepel di sini" href="http://maseko.com/2009/01/15/masekocom-has-been-suspended/#comment-77813">komentar sekepel di sini</a>:</p>
<blockquote><p>tolong dong bahas dan kasih tahu cara Download Software yang di pakai untuk Partisi Hardisk tapi software tersebut bisa Partisi Hardisk dengan cara Bootable. bukan setelah di install Operating System. kalau ada Software yang bisa Partisi Hardisk secara Bootable tolong di bahas dong. kalau bisa File yang di download nanti berupa File image ISO jadi kalau di bakar di CD bisa Bootable. Sekian Dari saya Terima Kasih.</p>
</blockquote>
<p>Dua hari yang lalu saya baru menggunakan bootable CD untuk mengatur dan membuat partisi seperti yang dimaksudkan. Seperti beberapa kali melakukan pengaturan dan pembuatan partisi hardisk sebelumnya, kali ini pun saya menggunakan GParted.</p>
<p><span id="more-1817"></span></p>
<p><a title="Gparted" href="http://gparted.sourceforge.net/">Gparted</a> atau Gnome Partition Editor merupakan software yang berjalan di atas Linux yang digunakan untuk membuat, menghapus, mengubah ukuran, memindahkan, mengecek, menyalin, dan memformat partisi pada hardisk. Ini misalnya digunakan setelah membeli hardisk baru dan ingin membaginya menjadi beberapa partisi atau membuat partisi baru setelah mengecilkan ukuran partisi-partisi yang sudah ada. File system yang didukung oleh GParted dapat dikatakan cukup lengkap, dari&#160; yang umum dikenal di Linux seperi ext2, ext3, jfs, atau reiserfs sampai yang biasa dikenal di Windows seperti fat, fat32, dan NTFS.</p>
<p>Selain dapat diinstall atau memang sudah tersedia pada berbagai distro Linux, GParted dapat juga dijalankan melalui CD atau media USB flashdisk dimana di situ linux dijalankan secara instan. Kemudahan penggunaan GParted melalui media CD atau USB flashdisk adalah ketidaktergantungan pada sistem operasi yang sudah terinstall pada hardisk termasuk hardisk yang hanya terinstall Windows.</p>
<p>Cara menjalankan GParted yang mudah adalah melalui media CD.&#160; Download <a title="file .iso GParted versi terbaru" href="http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=115843&amp;package_id=173828">file .iso GParted versi terbaru</a>, kemudian burning ke CD. Selanjutnya lakukan booting komputer menggunakan CD tersebut. Ketika proses booting diminta memilih opsi tertentu, umumnya cukup dengan memilih [Enter] untuk menggunakan opsi default-nya, hingga tampilan linux dan GParted yang dijalankan sudah keluar.</p>
<p><img title="gparted_1_big" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="358" alt="gparted_1_big" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/gparted-1-big.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Di sini akan ditampilkan daftar partisi yang sudah ada. Dengan klik kanan pada suatu partisi, Anda akan dapat memilih operasi yang akan dilakukan misalnya untuk memformat atau mengubah ukurannya (resize), dan pada unalocated space, Anda dapat membuat partisi baru dan memformatnya dengan filesystem yang diinginkan.</p>
<p><img title="gparted_5_big" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="295" alt="gparted_5_big" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/gparted-5-big.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Cara penggunaan agar dapat menjalankan Gparted melalui media USB flash drive, PXE server atau pada hardisk, sudah disediakan pula panduannya pada <a title="Live CD/USB/PXE/HD" href="http://gparted.sourceforge.net/livecd.php">website GParted</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2009/01/17/membuat-partisi-hardisk-dengan-gparted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemesanan CD Ubuntu 8.10</title>
		<link>http://maseko.com/2008/10/23/pemesanan-cd-ubuntu-810/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/10/23/pemesanan-cd-ubuntu-810/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 11:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/10/23/pemesanan-cd-ubuntu-810/</guid>
		<description><![CDATA[Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex) rencananya akan dirilis secara resmi pada tanggal 30 Oktober 2008 mendatang. Pada saat itu Ubuntu 8.10 dapat didownload melalui berbagai server mirror. Bagi yang kesulitan melakukan download, selama ini Ubuntu menyediakan layanan ShipIt dengan melakukan pengiriman CD Ubuntu langsung ke alamat yang mengajukan permohonan. Layanan ShipIt ini pun masih dapat dimanfaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="ubuntulogo" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="75" alt="ubuntulogo" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/10/ubuntulogo.jpg" width="260" align="left" border="0" /> <strong>Ubuntu 8.10</strong> (Intrepid Ibex) rencananya akan dirilis secara resmi pada tanggal 30 Oktober 2008 mendatang. Pada saat itu Ubuntu 8.10 dapat didownload melalui berbagai server mirror. Bagi yang kesulitan melakukan download, selama ini Ubuntu menyediakan layanan ShipIt dengan melakukan pengiriman CD Ubuntu langsung ke alamat yang mengajukan permohonan. Layanan ShipIt ini pun masih dapat dimanfaatkan untuk Ubuntu 8.10, bahkan saat ini pemesanan sudah dapat dilakukan, dan begitu tersedia akan dikirimkan.</p>
<p> <span id="more-1480"></span>
<p>Pengiriman CD Ubuntu ini tentunya akan memakan waktu beberapa minggu sejak pemesanan dilakukan. Dan perlu diingat, meskipun CD Ubuntu dibagikan secara gratis, pada saat menerima CD tersebut, kemungkinan besar akan dikenakan biaya (pengemasan ulang?) oleh kantor pos yang berdasarkan pengalaman saya selama ini besarnya Rp7.000,00.</p>
<p>&#8211; <a title="CD Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex" href="https://shipit.ubuntu.com/">Pesan CD Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/10/23/pemesanan-cd-ubuntu-810/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Aplikasi Linux di Windows dengan Ulteo Virtual Desktop</title>
		<link>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 14:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi, saya lihat file UlteoVD-20080514.exe sebesar 503 MB akhirnya berhasil terdownload setelah tiga hari ini ada di daftar download. Malam ini, saya mencoba menjalankan file tersebut, langsung proses instalasi: Next, Next, Install, menunggu, klik Continue Anyway ketika muncul jendela yang memberitahukan akan adanya instalasi software untuk TAP-Win32 Adapter V8(coLinux), dan akhirnya Ulteo Virtual Desktop [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ulteo-vd" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewritermenggunakanaplikasilinuxdiwindowsdenganu-126a2ulteo-vd-6fa4e5a6-938b-4807-8ea8-d1b949beec87.jpg" width="225" height="175" /> Pagi tadi, saya lihat file UlteoVD-20080514.exe sebesar 503 MB akhirnya berhasil terdownload setelah tiga hari ini ada di daftar download. Malam ini, saya mencoba menjalankan file tersebut, langsung proses instalasi: Next, Next, Install, menunggu, klik Continue Anyway ketika muncul jendela yang memberitahukan akan adanya instalasi software untuk TAP-Win32 Adapter V8(coLinux), dan akhirnya Ulteo Virtual Desktop berhasil diinstall, dan saya memilih untuk langsung menjalankannya.</p>
<p>Sebuah panel muncul di bagian atas desktop Windows. Bagian paling kiri panel tersebut logo Ulteo yang jika diklik akan memunculkan menu-menu aplikasi, dan sebelah kanannya ikon-ikon System Menu, Kopete instant messenger, Mozilla Thunderbird, dan Mozilla Firefox. Bagian kanan panel menampilkan jam dan tombol untuk keluar dari Ulteo Virtual Desktop versi Beta ini.</p>
<p><span id="more-950"></span></p>
<p>Setelah membaca uraiannya beberapa hari yang lalu di <a href="http://www.downloadsquad.com/2008/05/20/flipping-the-linux-switch-switching-literally-with-ulteo-virt/" target="_blank">Download Squad</a>, akhirnya baru tadi saya mencoba langsung <a href="http://www.ulteo.com/home/en/virtualdesktop?autolang=en" target="_blank">Ulteo Virtual Desktop</a> (UlteoVD) yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi linux dalam Windows tanpa reboot seperti yang saya alami di atas. UlteoVD ini dapat dijalankan pada Windows XP dan Windows Vista 32 bit.</p>
<p>Paket aplikasi yang dibawa UlteoVD sendiri cukup banyak, seperti paket dasar yang dibawa distro-distro linux umumnya: Graphics (GIMP, Inkscape, KPDF, dll), Internet (Firefox, Kopete, Thunderbird, Konqueror, dll), Multimedia (KMix, KsCD, VLC Media player, amaroK), Office (OpenOffice.org), System, dan Utilities, serta aplikasi pengaturan setting.</p>
<p>Mencoba menjalankan aplikasi yang ada, maka ketika muncul, tombol taskbar aplikasi yang aktif tersebut akan bergabung pada taskbar Windows. Aplikasi berjalan dalam desktop Windows. Tampilan jendela tetap mengikuti jendelanya Windows meskipun dari setting saya memilih theme lain. Ketika saya mencoba copy-paste teks antara aplikasi Windows dengan aplikasi dari UlteoVD, ternyata bisa dilakukan. Jadi seperti aplikasi Windows itu sendiri. Pendekatan serupa seperti coLinux, karena informasinya Ulteo memang dikembangkan dari <a href="http://www.colinux.org/" target="_blank">coLinux</a>.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ulteo-v-desktop" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewritermenggunakanaplikasilinuxdiwindowsdenganu-126a2ulteo-v-desktop-0a1ff255-2f94-498e-985a-141f0b52946e.jpg" width="520" height="400" /> </p>
<p>Ketika saya membuka file manager, pada /home nampak direktori Desktop dan My Documents yang masing-masing berisi file dan folder yang sama dengan yang ada di Windows. UlteoVD sendiri dalam Windows tersimpan sebagai diskfile dengan nama vdisk di Program Files\Ulteo\Virtual Desktop\os dengan besar 5GB. Jika ingin membaca isi file ini, dapat menggunakan software pembaca filesystem linux seperti yang dapat didownload pada alamat <a title="http://www.diskinternals.com/linux-reader/" href="http://www.diskinternals.com/linux-reader/">http://www.diskinternals.com/linux-reader/</a>. Untuk masalah kernel atau hal-hal teknis lainnya, saya tidak mengerti.</p>
<p>Masalah yang saya hadapi saat mencoba tadi adalah ketika misalnya saya ingin mengatur setting yang memerlukan akses root, saya tidak bisa menggunakan password &quot;root &quot; seperti yang diinformasikan. Ketika menggunakan perintah sudo &lt;command&gt; di console seperti yang diinformasikan pada dua baris yang muncul dalam terminal ternyata ketika diminta password dan saya memasukkan password &quot;root&quot; pun masih dianggap salah. Sedang menjalankan su root, password &quot;root&quot; diterima dengan baik. Untuk pengguna sendiri usernya adalah &quot;me&quot; dengan password &quot;me&quot;.</p>
<p>Masalah lainnya yang belum saya temukan jawabannya adalah belum bisa koneksi dengan internet langsung. Menu Network setting yang memerlukan akses root tidak dapat saya masuki. Teringat adanya penambahan network adapter baru&#160; TAP-Win32 Adapter V8(coLinux) di Windows, saya mencoba melakukan pengubahan setting TCP/IP dari situ dengan memberikan IP baru, dan hasilnya bisa koneksi jaringan, dan akses internet dapat dilakukan dengan menggunakan proxy yang juga digunakan Windows. Bingungnya jika akan melakukan koneksi langsung dengan modem. Karena pengetahuan linux saya masih dangkal, jadi belum bisa utak-atik lebih jauh.</p>
<p>Agar dapat menjalankan UlteoVD ini, diperlukan PC x86 CPU 32 bit dengan RAM setidaknya 512MB RAM dan ruang hardisk tersisa 4GB (atau 5GB?, seperti besar file image yang tersimpan). Direkomendasikan menggunakan DualCore CPU dan 1GB RAM. </p>
<p>Bagi yang mau mengenal aplikasi-aplikasi linux tanpa perlu meninggalkan Windows, bisa memanfaatkan Ulteo Virtual Desktop ini sebagai alternatif. Pendekatan yang sama, kabarnya juga telah dilakukan oleh <a href="http://www.andlinux.org/" target="_blank">andLinux</a>, tapi yang ini belum saya coba.</p>
<p>&#8211; <a href="http://www.ulteo.com/home/en/virtualdesktop?autolang=en" target="_blank">Ulteo Virtual Desktop</a> | <a href="http://www.ulteo.com/home/download" target="_blank">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Yang Paling Sering Salah Saya Ketikkan</title>
		<link>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 03:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Unix]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ya, seperti yang terlihat melalui gambar ilustrasi di atas, itu adalah hasil yang saya peroleh ketika saya mengetikkan perintah ls dalam Command Prompt Windows. Dan kejadian seperti itu tidak sekali atau dua kali terjadi, tapi lebih dari itu dan saya tidak pernah menghitungnya. Ada beberapa kejadian serupa mengetikkan perintah yang dikenal dalam linux/unix dalam command [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ls" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/04/ls.jpg" width="492" height="95" /> </p>
<p>Ya, seperti yang terlihat melalui gambar ilustrasi di atas, itu adalah hasil yang saya peroleh ketika saya mengetikkan perintah <strong>ls</strong> dalam Command Prompt Windows. Dan kejadian seperti itu tidak sekali atau dua kali terjadi, tapi lebih dari itu dan saya tidak pernah menghitungnya. Ada beberapa kejadian serupa mengetikkan perintah yang dikenal dalam linux/unix dalam command prompt Windows seperti <strong>cp</strong>, <strong>mv</strong>, atau <strong>rm</strong>, tapi saya rasa <strong>ls</strong>-lah perintah yang paling sering saya ketikkan tidak pada tempatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posting dengan Bleezer dari Debian</title>
		<link>http://maseko.com/2007/10/06/posting-dengan-bleezer-dari-debian/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/10/06/posting-dengan-bleezer-dari-debian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2007 19:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/10/06/posting-dengan-bleezer-dari-debian/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menginstall Java Runtime Environment (JRE) di Debian Etch, akhirnya saya bisa mencoba menjalankan Bleezer. Bleezer merupakan aplikasi blog editor yang tersedia untuk Windows, OSX, dan linux yang mendukung banyak layanan blog seperti WordPress, Blogger, Drupal, MovableType dan lain-lain. Penulisan entry ini saya jadikan percobaan untuk memposting ke weblog ini. Update: Entry ini saya edit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="image478" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/10/bleezer.jpg" alt="Bleezer" /></p>
<p>Setelah <a href="http://www.debianhelp.co.uk/debianjava.htm">menginstall Java Runtime Environment (JRE) di Debian Etch</a>, akhirnya saya bisa mencoba menjalankan Bleezer. <a href="http://www.larryborsato.com/bleezer/">Bleezer</a> merupakan aplikasi blog editor yang tersedia untuk Windows, OSX, dan linux yang mendukung banyak layanan blog seperti WordPress, Blogger, Drupal, MovableType dan lain-lain. Penulisan entry ini saya jadikan percobaan untuk memposting ke weblog ini.</p>
<p><strong>Update</strong>: Entry ini saya edit segera setelah entry berhasil diposting, tetapi <del datetime="2007-10-05T20:54:41+00:00">image yang saya sertakan tidak berhasil diupload (alamat pada entry menggunakan path lokal). Selain itu,</del> entry tidak masuk dalam kategori-kategori yang saya pilih, tetapi pada kategori default. Mungkin ada yang salah dengan apa yang saya lakukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/10/06/posting-dengan-bleezer-dari-debian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba  VirtualBox</title>
		<link>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 13:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download VMware Server di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="172" alt="VirtualBox" style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/08/virtualbox.png" width="151" align="left" />Tadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download <a href="http://www.vmware.com/products/server/">VMware Server</a> di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk mencoba VirtualBox.</p>
<p>Seperti halnya VMware, <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox</a> merupakan software untuk melakukan virtualisasi hardware, sehingga memungkinkan pada komputer yang terinstall Windows XP misalnya (host), dengan VirtualBox kita dapat menginstall linux atau sistem operasi lainnya (guess), dan antara host dan guess dapat berjalan bersamaan. Cara ini mungkin cocok bagi yang berniat mencoba linux tanpa harus menginstall secara sendiri atau dual boot, tentu dengan berbagai keterbatasannya. Ketersediaan memory untuk menjalankan dua sistem operasi secara bersamaan merupakan faktor yang menurut saya perlu diperhatikan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.</p>
<p><span id="more-434"></span></p>
<p>VirtualBox yang dapat digunakan secara gratis dan berlisensi GNU/GPL ini dapat berjalan pada Windows, Linux atau Macintosh sebagai host dan mendukung <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Guest_OSes">sejumlah sistem operasi yang dapat dijadikan guess</a>-nya termasuk Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 dan 2.6), dan OpenBSD. VirtualBox saat ini hanya dapat mengemulasi mesin Intel x86.</p>
<p>Dibandingkan dengan file instalasi VMware Server, file instalasi VirtualBox jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 14,8 MB, sedangkan VMware Server 146 MB. Proses instalasinya pun lebih cepat. Hanya saja, setelah menginstall, saya baru teringat kalau CD Ubuntu saya taruh di rumah, sedangkan file iso-nya sudah saya hapus. Saya mencoba membuka file image Ubuntu hasil bentukan VMware, dikenali dan bisa masuk booting, tapi pada proses pendeteksian hardware berhenti. Saya coba dengan menginstal Windows XP dari file iso, berjalan dengan baik, termasuk ketika menyetting networknya.</p>
<p><img height="348" alt="virtalbox-windows-inside" hspace="10" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/08/virtalbox-windows-inside.png" width="460" /></p>
<p>Ketika berjalan, untuk masuk ke sistem operasi guess dilakukan dengan mengklik mouse pada layar guess, dan untuk kembali ke host, defaultnya dilakukan dengan menekan tombol Ctrl sebelah kanan. Untuk berbagi folder host untuk guess, dengan mudah dapat difasilitasi dengan fasilitas share folder, salah satu fasilitas yang saya suka.</p>
<p>&#8211; <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox: professional, flexible, open</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengoprek Linux Ubuntu Belum Menjadi Hobi Saya</title>
		<link>http://maseko.com/2007/05/09/mengoprek-linux-ubuntu-belum-menjadi-hobi-saya/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/05/09/mengoprek-linux-ubuntu-belum-menjadi-hobi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 12:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/05/09/mengoprek-linux-ubuntu-belum-menjadi-hobi-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan tanggapan tulisan pada blog DIARY&#8217;S yang berjudul &#8220;Sebuah MoralÃ¢â‚¬Â¦&#8221;. Saya tuliskan di sini karena untuk berkomentar di sana diharuskan login dengan account WordPress.com dan saya ada sedikit masalah ketika login dengan account saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya. Pada paragraf pertama tertulis: Kemarin saya membaca disebuah blogs tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan tanggapan tulisan pada blog DIARY&#8217;S yang berjudul <a href="http://fegunawan.wordpress.com/2007/05/09/sebuah-moral/">&#8220;Sebuah MoralÃ¢â‚¬Â¦&#8221;</a>. Saya tuliskan di sini karena untuk berkomentar di sana diharuskan login dengan account WordPress.com dan saya ada sedikit masalah ketika login dengan account saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya.</p>
<p>Pada paragraf pertama tertulis:</p>
<blockquote>
<p>Kemarin saya membaca disebuah blogs tentang menggunakan komputer kantor sebagai menyalurkan hobi mengoprek linux ubuntu. klik <a href="http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/">here</a>, rasanya kita tidak bisa menggunakan komputer kerja untuk menginstall apapun juga diluar kepentingan kantor, apalagi itu hanya sebuah hobi.</p>
</blockquote>
<p><span id="more-354"></span></p>
<p>Setelah saya cek kembali apa yang <a href="http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/">saya tulis kemarin</a>, di sana sama sekali tidak menyatakan maupun mengungkapkan sesuatu yang memberi kesan bahwa yang saya lakukan adalah penyaluran hobi mengoprek linux ubuntu. Di sana dituliskan bahwa hal tersebut adalah karena keinginan untuk belajar. Karena dasar penilaian menyangkut &#8220;hobi&#8221; inilah kemudian penulis fegunawan.wordpress.com menilai bahwa hal tersebut di luar kepentingan kantor.</p>
<p>Bagi saya, baik masih proses belajar dan misalnya suatu saat nanti menguasai maupun saya akhirnya mempunyai hobi mengoprek linux ubuntu, masih dapat digunakan untuk kepentingan kantor. Contoh kecilnya, pada unit kantor di bawah unit kantor sekarang, ketika beberapa unit PC terserang virus tidak dikenal dan menyembunyikan file dan folder dalam flash disk, hal pertama yang saya lakukan yang saya pikir aman adalah membuka di linux dan mengubah <del datetime="2007-05-09T14:06:04+00:00">permisi</del> hak akses file dan folder yang disembunyikan, untuk kemudian menghapus file-file yang dibuat virus. Hal inilah yang terpikir pertama dibandingkan penggunaan perintah &#8220;attrib&#8221; di command prompt Windows.</p>
<p>Paragraf berikutnya:</p>
<blockquote>
<p>kalau kita bekerja diperusahaan orang, apalagi kita hanya seorang pegawai, sudah menjadi suatu hukum, apabila kita sedang bekerjalah, dan tinggalkan semua urusan pribadi diluar kantor. jelas ini sebuah moral, mungkin bagi sebagian orang, tidak bisa membedakan mana jam kantor mana jam untuk bersenang senang.</p>
</blockquote>
<p>Ya, saya terkadang masih melakukan urusan-urusan yang sifatnya pribadi dalam jam kerja saya seperti menelpon atau menerima telepon dari teman atau keluarga, surfing website, atau menulis untuk blog ini, tapi sejauh ini tidak mengganggu pekerjaan saya dan yang saya lakukan tidak bersifat negatif misalnya mengganggu pekerjaan teman sebelah. Hal ini bisanya saya lakukan karena sering mendapati waktu luang bahkan setelah mencari-cari apa yang bisa saya lakukan terkait pekerjaan kantor. Apabila harus mengganggu, dengan pertimbangan bisa ditunda atau dapat dilimpahkan ke teman, <strong>dengan ijin atasan</strong> dan kebaikan teman, saya meninggalkan kantor, misalnya untuk mengikuti ujian kampus yang dimulai jam empat atau urusan keluarga yang sangat penting. Konsekuensi formal seperti pemotongan sekian persen dari penghasilan pun tetap saya terima. Saya pikir, baik di Indonesia maupun Jepang ada toleransi untuk masalah-masalah seperti ini, seperti yang dilakukan orang-orang yang pernah dan sedang menjadi atasan saya. Jika dikaitkan dengan menginstal Ubuntu yang saya lakukan, saya jelaskan bahwa hal itu masih bisa dikaitkan dengan pekerjaan saya, meskipun saat ini belum dirasakan langsung.</p>
<p>Selanjutnya:</p>
<blockquote>
<p>saya pernah bertanya pada teman teman saya yang orang Jepang, mereka akan malu sekali bila pada jam kerja mereka chat atau bergoogle-google ria diluar kerjaan.</p>
<p>kalaupun kita ingin menyalurkan hobi atau kesenangan kita,  yah salurkan pada hari libur atau malam hari diluar jam kerja dan sebaiknya menggunakan komputer pribadi.</p>
<p>Jelas ini hanya sebuah moral dan rasa malu saja.<br />
semua urusan pribadi, dari mendownload, surfing, or sekedar hobi mengoprek linux, gunakan komputer pribadi dan lakukan dirumah.</p>
</blockquote>
<p>Dengan menanyakan ke teman-teman Indonesia pun &#8211;yang mempunyai dedikasi baik pada pekerjaan, melakukan hal-hal seperti chat dan googling yang berlebihan tanpa kaitan dengan pekerjaan, akan menyatakan hal itu bukan hal yang seharusnya dilakukan. Mengenai penggunaan komputer pribadi, sering saya melakukan hal-hal awalnya iseng atau sebagai hobi, akhirnya berguna untuk kepentingan kantor.</p>
<p>Suatu saat, jika saya mempunyai teman orang Jepang, mungkin akan saya tanyakan, apakah menghakimi tindakan seseorang itu tidak baik dan dikaitkan dengan kondisi moral dan tanpa dasar merupakan tindakan yang bijaksana?</p>
<p>Tetapi saya yakini, bahwa penulis blog mempunyai moral yang baik, dan menulis hal tersebut dengan maksud untuk menjadikan kita, saya khususnya, lebih baik dan lebih maju dalam berpikir dan bertindak. Saya pun menginginkan hal yang sama dan mencoba menuju ke arah sana. Hal tersebut bisa jadi juga karena ketidaktahuan penulis blog mengenai spesifikasi pekerjaan saya karena saya dengan sadar tidak menyediakan menu &#8220;About Me&#8221; di blog ini.</p>
<blockquote>
<p><em>Ã¢â‚¬Å“mbok jam kerja yah kerja, jangan main doang Ã¢â‚¬Å“</em></p>
</blockquote>
<p>Ungkapan seperti ini sering saya lontarkan untuk teman-teman saya yang menghabiskan cukup banyak waktu untuk main game di kantor. Tentu dalam nada bercanda, karena saya bukan atasan mereka, masih pegawai biasa pada tingkatan jabatan yang paling rendah.</p>
<p><em>&#8220;Hobi bagi seseorang, bisa jadi merupakan bagian pekerjaan bagi orang lain&#8221;.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/05/09/mengoprek-linux-ubuntu-belum-menjadi-hobi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menginstall Ubuntu di VMware Server</title>
		<link>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 08:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart. Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="347" alt="ubuntu-vmserver" hspace="10" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/05/ubuntu-vmserver.png" width="460" /></p>
<p>Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart.</p>
<p><span id="more-353"></span></p>
<p>Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi dengan menggunakan <a href="http://www.vmware.com/products/server/">VMware Server</a>. Menginstall <a href="http://www.ubuntu.com">Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn)</a> yang sudah <a href="http://tuma.vlsm.org/iso/Ubuntu/Feisty/">didownload</a> minggu lalu. Saya alokasikan 5 GB dari kapasitas hardisk dan memori saya alokasikan 256 MB dari 512 MB untuk mesin virtual ini. Untuk jaringan saya setting menggunakan bridged ethernet. Sempat terhambat karena stok CD kosong habis untuk membakar file iso Ubuntu, namun kemudian tersadar kalau CD Rom di VMware Server dapat disetting membuka file ISO ketika dijalankan.</p>
<p>Setelah mem-booting mesin virtual untuk ubuntu, masuk mode Live CD dan kemudian memilih install, proses berjalan baik. Setelah menyetting konfigurasi jaringan, ketika mengetes ternyata tidak terkoneksi. Dari Hardware Information terlihat adanya network interface. Kemudian saya coba restart, dan ketika kembali login langsung test, dan ternyata bisa.</p>
<p>Sayangnya, ketika menggunakan terasa lambat, apalagi Windows-nya, dan saya perkirakan karena memori yang kurang. Makanya kemarin, sekalian makan siang di Be-Mall, saya membeli tambahan memori 512 MB dan langsung saya pasang, dan saya alokasikan untuk mesin virtual Ubuntu 512 MB. Hasilnya terasa sekali, lebih nyaman menggunakannya, begitu juga dengan Windowsnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Distro Linux Untuk Orang Indonesia</title>
		<link>http://maseko.com/2007/02/19/distro-linux-untuk-orang-indonesia/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/02/19/distro-linux-untuk-orang-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2007 02:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/02/19/distro-linux-untuk-orang-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Teman saya, Eko Santoso, mempunyai pendapat tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan pengembang distro linux agar sesuai dengan selera orang-orang Indonesia. Silahkan berkomentar di sana.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman saya, <a href="http://gnine.wordpress.com">Eko Santoso</a>, mempunyai pendapat tentang <a href="http://gnine.wordpress.com/2007/02/18/distro-linux-untuk-orang-indonesia">hal-hal yang perlu dipertimbangkan pengembang distro linux agar sesuai dengan selera orang-orang Indonesia</a>. Silahkan berkomentar di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/02/19/distro-linux-untuk-orang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ext2fsd: Mengakses Partisi Linux di Windows</title>
		<link>http://maseko.com/2007/01/22/ext2fsd-mengakses-partisi-linux-di-windows/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/01/22/ext2fsd-mengakses-partisi-linux-di-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 03:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/01/22/ext2fsd-mengakses-partisi-linux-di-windows/</guid>
		<description><![CDATA[Jika komputer kita menggunakan sistem operasi Windows dan Linux (dual OS), kemungkinan besar, menggunakan Ext2fsd akan sangat berguna. Ext2fsd adalah driver sistem file untuk Windows (2000, XP dan 2003) open source yang dapat digunakan untuk mounting partisi linux (ext2 dan ext3), sehingga memungkinkan kita mengakses (read dan write) partisi linux saat kita menggunakan Windows. Hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika komputer kita menggunakan sistem operasi Windows dan Linux (dual OS), kemungkinan besar, menggunakan <a href="http://ext2fsd.sourceforge.net/">Ext2fsd</a> akan sangat berguna. Ext2fsd adalah <em>driver</em> sistem file untuk Windows (2000, XP dan 2003) open source yang dapat digunakan untuk <em>mounting</em> partisi linux (ext2 dan ext3), sehingga memungkinkan kita mengakses (read dan write) partisi linux saat kita menggunakan Windows. Hasil mounting akan menjadi drive baru dalam Windows.</p>
<p>Saya sudah mencoba dengan menginstall dari installer file exe-nya. Pada jendela manager, saya jalankan service, mengeset partisi ext3 sebagai drive L. Hanya saja ketika Windows saya restart, meskipun service tetap berjalan &#8211;begitu juga dengan Ext2fsd manager-nya yang muncul pada system tray, tetapi partisi ext3 Ubuntu di PC saya tidak otomatis dimounting pada drive L yang saya set sebelumnya. Jadi, saya harus me-mounting ulang partisi ketika akan menggunakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/01/22/ext2fsd-mengakses-partisi-linux-di-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

