<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>maseko's weblog &#187; Unix</title>
	<atom:link href="http://maseko.com/category/unix/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maseko.com</link>
	<description>Blog pribadi Eko Pramuyanto a.k.a. maseko berisi catatan, tips dan trik, hasil percobaan, dan info lainnya seputar teknologi informasi, khususnya komputer dan internet.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 04:53:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Perintah Yang Paling Sering Salah Saya Ketikkan</title>
		<link>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 03:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Unix]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ya, seperti yang terlihat melalui gambar ilustrasi di atas, itu adalah hasil yang saya peroleh ketika saya mengetikkan perintah ls dalam Command Prompt Windows. Dan kejadian seperti itu tidak sekali atau dua kali terjadi, tapi lebih dari itu dan saya tidak pernah menghitungnya. Ada beberapa kejadian serupa mengetikkan perintah yang dikenal dalam linux/unix dalam command [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ls" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/04/ls.jpg" width="492" height="95" /> </p>
<p>Ya, seperti yang terlihat melalui gambar ilustrasi di atas, itu adalah hasil yang saya peroleh ketika saya mengetikkan perintah <strong>ls</strong> dalam Command Prompt Windows. Dan kejadian seperti itu tidak sekali atau dua kali terjadi, tapi lebih dari itu dan saya tidak pernah menghitungnya. Ada beberapa kejadian serupa mengetikkan perintah yang dikenal dalam linux/unix dalam command prompt Windows seperti <strong>cp</strong>, <strong>mv</strong>, atau <strong>rm</strong>, tapi saya rasa <strong>ls</strong>-lah perintah yang paling sering saya ketikkan tidak pada tempatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/04/01/perintah-yang-paling-sering-salah-saya-ketikkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Signal 31 Itu Karena Kena Batasan Besar File</title>
		<link>http://maseko.com/2006/10/11/signal-31-itu-karena-kena-batasan-besar-file/</link>
		<comments>http://maseko.com/2006/10/11/signal-31-itu-karena-kena-batasan-besar-file/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2006 12:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Miscs]]></category>
		<category><![CDATA[Unix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2006/10/11/signal-31-itu-karena-kena-batasan-besar-file/</guid>
		<description><![CDATA[Masih terkait dengan permasalahan yang saya tulis sebelumnya yaitu ketika menyalin isi tape DDS ke dalam hardisk ternyata ketika file mencapai besar sekitar 2 GB proses berhenti dan memberikan pesan &#8220;signal 31: core dumped&#8221;. Belum menemukan solusinya, datang lagi satu buah tape DDS untuk keperluan yang sama dan kebetulan mengalami permasalahan yang sama. Hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih terkait dengan permasalahan yang <a href="http://maseko.com/2006/10/06/dds-dan-signal-31/">saya tulis sebelumnya</a> yaitu ketika menyalin isi tape DDS ke dalam hardisk ternyata ketika file mencapai besar sekitar 2 GB proses berhenti dan memberikan pesan &#8220;signal 31: core dumped&#8221;. Belum menemukan solusinya, datang lagi satu buah tape DDS untuk keperluan yang sama dan kebetulan  mengalami permasalahan yang sama.<br />
<span id="more-178"></span><br />
Hal yang sama dari proses penyalinan yang gagal:</p>
<ul>
<li>permasalahan menimpa hanya pada tape DDS yang diperkirakan mempunyai data besar.</li>
<li>sesaat setelah proses penyalinan berhenti, file hasil yang terbentuk besarnya sama yaitu 2.147.483.136 byte</li>
</ul>
<p>Tiba-tiba saja terpikir, kalau semua itu karena masalah besar file maksimum yang dimungkinkan oleh sistem, dalam hal ini SCO Open Server. Karena belum paham mengenai mesin unix ini, yang terpikir dan saya lakukan kemarin adalah memecah apa yang dibaca dari tape DDS ke file dengan maksimal 1 GB per bagiannya. Perintah yang saya ketikkan<br />
<code>split -b 1024m /dev/rct0 /tujuan/nama_file</code></p>
<p>Hasilnya file-file salinan di hardisk terpecah menjadi nama_fileaa, nama_fileab dan nama_fileac. Kalau filenya lebih besarlagi tentu akan menjadi nama_filead, nama_fileae dan seterusnya. Setelahnya saya download ke PC Windows yang akan memanfaatkan file yang merupakan dump Oracle tersebut. Sempat bingung bagaimana menggabungkannya. Bertanya ke teman, tidak tahu juga bagaimana enaknya. Teringat ada perintah type di Comand Promt-nya Windows (sama dengan DOS?), langsung dicoba:</p>
<p><code>type nama_fileaa >> namafile.dmp</code><br />
Setelah proses selesai dilanjutkan ke file berikutnya<br />
<code>type nama_fileab >> namafile.dmp</code><br />
dan<br />
<code>type nama_fileac >> namafile.dmp</code></p>
<p>Akhirnya ketiganya tergabung dalam file namafile.dmp. File ini yang diimport ke Oracle di Windows dan hasilnya sukses.</p>
<p>Tadi, sebelum menulis ini sempat googling mengenai batasan besar file maksimum di SCO Open Server, dan menemukan adanya command <strong>ulimit</strong> yang dapat digunakan. Perintah ini digunakan untuk melihat dan mengeset batasan besar file yang dapat dituliskan. Langsung dicoba:<br />
<code># ulimit</code><br />
Hasilnya: 4194303<br />
Lho? Ternyata baca man ulimit belum teliti. Itu menunjukan besar file dalam blok 512-byte. Jadi besar file adalah 4194303*512=2147483136. Cocok dengan besar file ketika proses penyalinan berhenti sebelumnya.</p>
<p>Untuk mengeset, dapat menggunakan option -f<br />
<code># ulimit -f 8388606</code><br />
Kira-kira itu yang dapat saya ketikkan jika misalnya akan mengubah batasan besar file yang mungkin dituliskan menjadi dua kai lipatnya. Tapi tidak saya lakukan, takut yang punya server kenapa-kenapa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2006/10/11/signal-31-itu-karena-kena-batasan-besar-file/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DDS dan Signal 31</title>
		<link>http://maseko.com/2006/10/06/dds-dan-signal-31/</link>
		<comments>http://maseko.com/2006/10/06/dds-dan-signal-31/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 15:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Miscs]]></category>
		<category><![CDATA[Unix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2006/10/06/dds-dan-signal-31/</guid>
		<description><![CDATA[Saya dimintai tolong oleh mantan boss untuk mengimport dump Oracle ke database di PC Windows beliau. Hanya saja datanya tersimpan dalam Digital Data Storage (DDS) tape. Ada tiga tape, dan tiga-tiganya berbeda jenis: DDS, DDS2 dan DDS4. Pengalaman mengimport dump Oracle terbatas pada file yang sudah berekstensi .dmp. Itupun hasil mencontek buku sekalian buat belajar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dimintai tolong oleh mantan boss untuk mengimport dump Oracle ke database di PC Windows beliau. Hanya saja datanya tersimpan dalam Digital Data Storage (DDS) tape. Ada tiga tape, dan tiga-tiganya berbeda jenis: DDS, DDS2 dan DDS4. Pengalaman mengimport dump Oracle terbatas pada file yang sudah berekstensi .dmp. Itupun hasil mencontek buku sekalian buat belajar. Sempat bingung mau &#8216;mengapakan&#8217; tape-tape tersebut. Satu-satunya DDS dirive yang pernah saya lihat hanya di server kantor yang beroperasi di atas SCO Open Server. Terbaca di situ DDS4.<br />
<span id="more-177"></span><br />
Setelah belajar sedikit dari beberapa catatan yang ada, saya mengetahui kalau lokasi DDS drive ada di /device/rct0. Mencoba melakukan perintah<br />
<code>CD /device/rct0</code><br />
ternyata itu bukan direktori. Kemudian saya perlakukan sebagai file dan mencoba perintah<br />
<code>more -f /device/rct0</code><br />
muncul sebagian isi filenya. Berarti benar kalo drive DDS diperlakukan sebagai file dan saya memperkirakan saya pun dapat mengcopy ke ke file dalam hardisk. Langsung mencoba<br />
<code>cp /device/rct0 /backup/nama-file1.dmp<br />
</code><br />
setelah menunggu berhasil menjadi file di hardisk. Filenya saya ambil dan diimport dari oracle di PC Windows dan sukses.</p>
<p>Saya coba dengan tape yang lain. Ternyata ketika menyalin ke hardisk salah satu tape berakhir dengan pesan &#8220;signal 31 core dumped&#8221;. File hasil ada dan memang paling besar diantara ketiganya, lebih dari 2 GB. Saya ulangi salin dengan perintah &#8220;cat&#8221; hasilnya juga sama begitu juga dengan pesan yang muncul. Saya coba import file tersebut. Awalnya biasa saja sampai akhirnya pesan bahwa akhir file tidk valid muncul (pesan bahasa Inggris nya saya lupa). Jadi hanya sebagian table saja yang terimpor. Mohon koreksinya jika langkah-langkah saya salah dan apa maksudnya signal 31 tersebut?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2006/10/06/dds-dan-signal-31/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

