<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>maseko's weblog &#187; Virtualization</title>
	<atom:link href="http://maseko.com/category/virtualization/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maseko.com</link>
	<description>Blog pribadi Eko Pramuyanto a.k.a. maseko berisi catatan, tips dan trik, hasil percobaan, dan info lainnya seputar teknologi informasi, khususnya komputer dan internet.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 04:53:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Free Wondershare Time Freeze</title>
		<link>http://maseko.com/2010/05/02/free-wondershare-time-freeze/</link>
		<comments>http://maseko.com/2010/05/02/free-wondershare-time-freeze/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 10:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[Time Freeze]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/?p=2211</guid>
		<description><![CDATA[Time Freeze merupakan produk dari Wondershare yang saat ini dapat didownload dan license key-nya dapat diperoleh secara gratis untuk waktu yang terbatas. Tidak disebutkan sampai kapan waktunya, yang jelas pada saat saya menuliskan ini, masih tersedia. Wondershare Time Freeze sendiri merupakan program virtualisasi seperti halnya Deep Freez, Sandboxie, atau Returnil Virtual System, yang tujuannya sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 10px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="Time Freeze" border="0" alt="Time Freeze" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2010/05/time-freeze-box.png" width="160" height="180" /> </p>
<p><strong>Time Freeze</strong> merupakan produk dari Wondershare yang saat ini dapat didownload dan license key-nya dapat diperoleh secara gratis untuk waktu yang terbatas. Tidak disebutkan sampai kapan waktunya, yang jelas pada saat saya menuliskan ini, masih tersedia.</p>
<p>Wondershare Time Freeze sendiri merupakan program virtualisasi seperti halnya Deep Freez, Sandboxie, atau Returnil Virtual System, yang tujuannya sebagai proteksi terhadap komputer dan dengan cepat mengembalikan kondisi komputer ke kondisi sebelum dipakai.</p>
<p><span id="more-2211"></span></p>
<p>Software virtualisasi seperti ini paling banyak digunakan oleh warnet-warnet atau penyedia jasa sewa komputer. Ketika pengguna menggunakan USB flash drive yang misalnya membawa virus, maka pengelola warnet ataupun rental komputer tidak perlu repot menghilangkan virus, cukup restart komputer dan kondisi komputer akan kembali ke sedia kala. Begitupun ketika pengguna melakukan perubahan setting, menginstall program, dan lain-lain, maka setelah di-booting semua perubahan dan program yang diinstall akan hilang.</p>
<p>Proteksi yang disediakan oleh Time Freeze meliputi proteksi sistem dan proteksi folder. Untuk proteksi folder dapat diatur apakah suatu folder dibatasi aksesnya atau pengguna dapat mengakses tanpa bisa mengubah file-filenya.</p>
<p>Kemudahan untuk beralih dari virtual mode ke actual mode disediakan oleh Time Freeze ketika misalnya Anda sebagai pemilik komputer telah bekerja dalam virtual mode dan ingin segala perubahan atau instalasi yang telah dilakukan disimpan dalam kondisi sebenarnya, maka Anda cukup keluar dari mode virtual tanpa perlu melakukan restart komputer.</p>
<p>Wondershare Time Freeze dapat digunakan oleh komputer yang menjalankan Windows 7 / XP / Vista / 2000 32 bit. Jika Anda sekiranya perlu software seperti ini, silahkan mencoba dengan mendownloadnya melalui websitenya. Untuk mendapatkan license key-nya, Anda perlu memasukkan nama dan alamat email Anda, dan license key Time Freeze akan dikirim ke alamat email Anda tersebut.</p>
<p>- <a href="http://www.disk-utilities.com/time-freeze/">Wondershare Time Freeze</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2010/05/02/free-wondershare-time-freeze/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alcohol 52% Free Edition</title>
		<link>http://maseko.com/2009/05/15/alcohol-52-free-edition/</link>
		<comments>http://maseko.com/2009/05/15/alcohol-52-free-edition/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 13:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[alcohol]]></category>
		<category><![CDATA[alcohol 52%]]></category>
		<category><![CDATA[cd emulator]]></category>
		<category><![CDATA[dvd emulator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2009/05/15/alcohol-52-free-edition/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah mendapati suatu program komputer yang hanya bisa dijalankan jika CD atau DVD program tersebut dimasukkan dalam CD rom-nya. Cara tersebut mungkin Anda anggap tidak praktis, karena selain harus selalu menyiapkan CD program tersebut, kemungkinan CD tersebut lecet atau rusak juga semakin besar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat menggunakan program CD emulator [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="alcohol-52" border="0" alt="alcohol-52" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/05/alcohol52.jpg" width="135" height="134" /> Mungkin Anda pernah mendapati suatu program komputer yang hanya bisa dijalankan jika CD atau DVD program tersebut dimasukkan dalam CD rom-nya. Cara tersebut mungkin Anda anggap tidak praktis, karena selain harus selalu menyiapkan CD program tersebut, kemungkinan CD tersebut lecet atau rusak juga semakin besar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat menggunakan program CD emulator yang dengannya isi CD dapat disimpan sebagai file dalam komputer dan ketika akan menjalankan program tersebut, file yang tersimpan tersebut diemulasikan sebagai CD drive. Salah satu program CD emulator yang dapat Anda gunakan secara gratis adalah <strong>Alcohol 52% Free Edition</strong>.</p>
<p> <span id="more-2045"></span>
<p>Alcohol 52% Free Edition merupakan software emulator CD dari Alcohol Soft yang juga mengembangkan Alcohol 120% dan Alcohol 52% yang memang tidak gratis. Dibandingkan ALcohol 120%, Alcohol 52% tidak mempunyai kemampuan untuk mem-burning file ke media CD/DVD, tetapi jika memang akan digunakan sebagai&#160; CD emulator, saya rasa Alcohol 52% Free Edition sudah cukup. Jika dibandingkan dengan Alcohol 52% yang komersial, Alcohol 52% Free Edition terbatas hanya dapat membuat 6 virtual drive, sedang fitur lainnya sama.</p>
<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="alcohol-52-view" border="0" alt="alcohol-52-view" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/05/alcohol52view.jpg" width="520" height="376" /> </p>
<p>Untuk mulai membuat virtual CD drive dari CD/DVD yang Anda miliki, Anda dapat menggunakan Image Making Wizard, yang dari proses ini isi CD akan disimpan sebagai satu image file dengan format yang dapat Anda pilih, apakah Standar ISO file (.iso), Media Descriptor Image file (.mds), CloneCD Image file (.ccd), atau CDRWIN Image file (.cue). Dari file inilah nantinya akan dibuatkan virtual CD drive yang dibaca komputer seperti CD drive sebenarnya.</p>
<p>Selain dari image file yang dibuat dari CD/DVD, Alcohol 52% Free Edition juga dapat digunakan untuk mebaca dan mengemulasikan virtiual drive dari berbagai format image file yang sudah ada dalam komputer yangs selain format di atas juga dapat membaca beberapa format&#160; image file lain termasuk Nero (.nrg).</p>
<p>&#8211; <a title="Download Alcohol 52% Free Edition" href="http://www.free-downloads.net/programs/Alcohol_52__Free_Edition">Download Alcohol 52% Free Edition</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2009/05/15/alcohol-52-free-edition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Parallels Workstation untuk Windows dan Linux</title>
		<link>http://maseko.com/2009/01/02/free-parallels-workstation-untuk-windows-dan-linux/</link>
		<comments>http://maseko.com/2009/01/02/free-parallels-workstation-untuk-windows-dan-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 20:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[Free Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[freebies]]></category>
		<category><![CDATA[parallels workstation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2009/01/02/free-parallels-workstation-untuk-windows-dan-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya Virtualbox atau Microsoft Virtual PC, Parallels Workstation merupakan software yang dapat digunakan untuk melakukan virtualisasi hardware sehingga memungkinkan untuk menginstall dan menjalankan sistem operasi lain pada saat bersamaan. Misalnya saja, pada komputer Windows yang digunakan dan telah diinstall Parallels Workstation, maka dengannya dapat dilakukan instalasi Windows lagi, Linux, FreeBSD, OS/2, eComStation, Solaris, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="parallels" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="72" alt="parallels" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/parallels.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Seperti halnya Virtualbox atau Microsoft Virtual PC, <strong>Parallels Workstation</strong> merupakan software yang dapat digunakan untuk melakukan virtualisasi hardware sehingga memungkinkan untuk menginstall dan menjalankan sistem operasi lain pada saat bersamaan. Misalnya saja, pada komputer Windows yang digunakan dan telah diinstall Parallels Workstation, maka dengannya dapat dilakukan instalasi Windows lagi, Linux, FreeBSD, OS/2, eComStation, Solaris, atau MS-DOS, dan ini nantinya dapat dijalankan secara bersamaan. Berbeda dengan Virtualbox atau Microsoft Virtual PC yang dapat digunakan secara gratis, Parallels Workstation merupakan program komersial seharga $49,99. Namun begitu, saat ini ada cara bagaimana mendapatkan activation key untuk Parallels Workstation secara gratis langsung dari Parallels.</p>
<p><span id="more-1757"></span></p>
<p>Untuk mendapatkan activation key, masuk ke alamat <a title="Parallels Workstation Lunarpages Registration" href="http://www.parallels.com/getkey/lunarp/">Lunarpages Registration</a>. Kemudian, pada halaman tersebut isikan nama, alamat email, perusahaan, dan nomor telepon dilanjutkan dengan klik tombol Submit. Pada halaman berikutnya, akan diberikan link download Parallels Workstation baik untuk Windows maupun Linux. Paket untuk Linux sendiri dapat dipilih apakah RPM, DEB, atau TGZ.</p>
<p>Selanjutnya adalah mengecek email pada alamat yang sebelumnya didaftarkan. Jika memang sudah diterima dan berisi activation key yang dapat digunakan, maka selanjutnya adalah melakukan instalasi Parallels Workstation. Yang perlu diperhatikan, pada langkah User Registration setelah License Agreement adalah memilih tombol Skip Registration, sehingga pada langkah selanjutnya dapat memasukkan activation yang didapat.</p>
<p><img title="parallels-install" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="399" alt="parallels-install" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2009/01/parallelsinstall.jpg" width="524" border="0" /> </p>
<p>Lakukan proses instalasi sampai selesai, dan Anda kan dapat mencobanya untuk menambahkan sistem operasi lain yang akan diinstall. </p>
<p>&#8211; <a title="Parallels Workstation Lunarpages Registration" href="http://www.parallels.com/getkey/lunarp/">Parallels Workstation Lunarpages Registration</a> | via <a title="Parallels Workstation for Windows &amp; Linux - Free Download" href="http://www.labnol.org/software/download-parallels-workstation-free/6297/">DI</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2009/01/02/free-parallels-workstation-untuk-windows-dan-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Aplikasi Linux di Windows dengan Ulteo Virtual Desktop</title>
		<link>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 14:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tadi, saya lihat file UlteoVD-20080514.exe sebesar 503 MB akhirnya berhasil terdownload setelah tiga hari ini ada di daftar download. Malam ini, saya mencoba menjalankan file tersebut, langsung proses instalasi: Next, Next, Install, menunggu, klik Continue Anyway ketika muncul jendela yang memberitahukan akan adanya instalasi software untuk TAP-Win32 Adapter V8(coLinux), dan akhirnya Ulteo Virtual Desktop [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ulteo-vd" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewritermenggunakanaplikasilinuxdiwindowsdenganu-126a2ulteo-vd-6fa4e5a6-938b-4807-8ea8-d1b949beec87.jpg" width="225" height="175" /> Pagi tadi, saya lihat file UlteoVD-20080514.exe sebesar 503 MB akhirnya berhasil terdownload setelah tiga hari ini ada di daftar download. Malam ini, saya mencoba menjalankan file tersebut, langsung proses instalasi: Next, Next, Install, menunggu, klik Continue Anyway ketika muncul jendela yang memberitahukan akan adanya instalasi software untuk TAP-Win32 Adapter V8(coLinux), dan akhirnya Ulteo Virtual Desktop berhasil diinstall, dan saya memilih untuk langsung menjalankannya.</p>
<p>Sebuah panel muncul di bagian atas desktop Windows. Bagian paling kiri panel tersebut logo Ulteo yang jika diklik akan memunculkan menu-menu aplikasi, dan sebelah kanannya ikon-ikon System Menu, Kopete instant messenger, Mozilla Thunderbird, dan Mozilla Firefox. Bagian kanan panel menampilkan jam dan tombol untuk keluar dari Ulteo Virtual Desktop versi Beta ini.</p>
<p><span id="more-950"></span></p>
<p>Setelah membaca uraiannya beberapa hari yang lalu di <a href="http://www.downloadsquad.com/2008/05/20/flipping-the-linux-switch-switching-literally-with-ulteo-virt/" target="_blank">Download Squad</a>, akhirnya baru tadi saya mencoba langsung <a href="http://www.ulteo.com/home/en/virtualdesktop?autolang=en" target="_blank">Ulteo Virtual Desktop</a> (UlteoVD) yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi linux dalam Windows tanpa reboot seperti yang saya alami di atas. UlteoVD ini dapat dijalankan pada Windows XP dan Windows Vista 32 bit.</p>
<p>Paket aplikasi yang dibawa UlteoVD sendiri cukup banyak, seperti paket dasar yang dibawa distro-distro linux umumnya: Graphics (GIMP, Inkscape, KPDF, dll), Internet (Firefox, Kopete, Thunderbird, Konqueror, dll), Multimedia (KMix, KsCD, VLC Media player, amaroK), Office (OpenOffice.org), System, dan Utilities, serta aplikasi pengaturan setting.</p>
<p>Mencoba menjalankan aplikasi yang ada, maka ketika muncul, tombol taskbar aplikasi yang aktif tersebut akan bergabung pada taskbar Windows. Aplikasi berjalan dalam desktop Windows. Tampilan jendela tetap mengikuti jendelanya Windows meskipun dari setting saya memilih theme lain. Ketika saya mencoba copy-paste teks antara aplikasi Windows dengan aplikasi dari UlteoVD, ternyata bisa dilakukan. Jadi seperti aplikasi Windows itu sendiri. Pendekatan serupa seperti coLinux, karena informasinya Ulteo memang dikembangkan dari <a href="http://www.colinux.org/" target="_blank">coLinux</a>.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" border="0" alt="ulteo-v-desktop" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewritermenggunakanaplikasilinuxdiwindowsdenganu-126a2ulteo-v-desktop-0a1ff255-2f94-498e-985a-141f0b52946e.jpg" width="520" height="400" /> </p>
<p>Ketika saya membuka file manager, pada /home nampak direktori Desktop dan My Documents yang masing-masing berisi file dan folder yang sama dengan yang ada di Windows. UlteoVD sendiri dalam Windows tersimpan sebagai diskfile dengan nama vdisk di Program Files\Ulteo\Virtual Desktop\os dengan besar 5GB. Jika ingin membaca isi file ini, dapat menggunakan software pembaca filesystem linux seperti yang dapat didownload pada alamat <a title="http://www.diskinternals.com/linux-reader/" href="http://www.diskinternals.com/linux-reader/">http://www.diskinternals.com/linux-reader/</a>. Untuk masalah kernel atau hal-hal teknis lainnya, saya tidak mengerti.</p>
<p>Masalah yang saya hadapi saat mencoba tadi adalah ketika misalnya saya ingin mengatur setting yang memerlukan akses root, saya tidak bisa menggunakan password &quot;root &quot; seperti yang diinformasikan. Ketika menggunakan perintah sudo &lt;command&gt; di console seperti yang diinformasikan pada dua baris yang muncul dalam terminal ternyata ketika diminta password dan saya memasukkan password &quot;root&quot; pun masih dianggap salah. Sedang menjalankan su root, password &quot;root&quot; diterima dengan baik. Untuk pengguna sendiri usernya adalah &quot;me&quot; dengan password &quot;me&quot;.</p>
<p>Masalah lainnya yang belum saya temukan jawabannya adalah belum bisa koneksi dengan internet langsung. Menu Network setting yang memerlukan akses root tidak dapat saya masuki. Teringat adanya penambahan network adapter baru&#160; TAP-Win32 Adapter V8(coLinux) di Windows, saya mencoba melakukan pengubahan setting TCP/IP dari situ dengan memberikan IP baru, dan hasilnya bisa koneksi jaringan, dan akses internet dapat dilakukan dengan menggunakan proxy yang juga digunakan Windows. Bingungnya jika akan melakukan koneksi langsung dengan modem. Karena pengetahuan linux saya masih dangkal, jadi belum bisa utak-atik lebih jauh.</p>
<p>Agar dapat menjalankan UlteoVD ini, diperlukan PC x86 CPU 32 bit dengan RAM setidaknya 512MB RAM dan ruang hardisk tersisa 4GB (atau 5GB?, seperti besar file image yang tersimpan). Direkomendasikan menggunakan DualCore CPU dan 1GB RAM. </p>
<p>Bagi yang mau mengenal aplikasi-aplikasi linux tanpa perlu meninggalkan Windows, bisa memanfaatkan Ulteo Virtual Desktop ini sebagai alternatif. Pendekatan yang sama, kabarnya juga telah dilakukan oleh <a href="http://www.andlinux.org/" target="_blank">andLinux</a>, tapi yang ini belum saya coba.</p>
<p>&#8211; <a href="http://www.ulteo.com/home/en/virtualdesktop?autolang=en" target="_blank">Ulteo Virtual Desktop</a> | <a href="http://www.ulteo.com/home/download" target="_blank">Download</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/05/28/menggunakan-aplikasi-linux-di-windows-dengan-ulteo-virtual-desktop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Returnil Virtual System 2008 Personal Edition</title>
		<link>http://maseko.com/2008/05/03/returnil-virtual-system-2008-personal-edition/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/05/03/returnil-virtual-system-2008-personal-edition/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 08:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/05/03/returnil-virtual-system-2008-personal-edition/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang biasa menggunakan jasa warnet, mungkin pernah mendapati bahwa kita diberi kebebasan menginstall aplikasi-aplikasi yang kita inginkan terpasang saat menjelajah internet. Tapi, ketika keesokan harinya kita menggunakan komputer yang sama dalam warnet tersebut, program tersebut sudah tidak ada lagi. Tidak hanya itu, bookmark dan history yang kita tambahkan di browser semua lenyap. Mungkin juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="118" alt="returnil-logo" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewriterreturnilvirtualsystem2008personaledition-de0ereturnil-logo-2662ae3e-973c-4420-9fa2-8b034cb99f35.jpg" width="117" align="left" border="0" /> Bagi yang biasa menggunakan jasa warnet, mungkin pernah mendapati bahwa kita diberi kebebasan menginstall aplikasi-aplikasi yang kita inginkan terpasang saat menjelajah internet. Tapi, ketika keesokan harinya kita menggunakan komputer yang sama dalam warnet tersebut, program tersebut sudah tidak ada lagi. Tidak hanya itu, bookmark dan history yang kita tambahkan di browser semua lenyap. Mungkin juga file-file yang kita simpan pun turut lenyap. Ya, komputer kembali ke kondisi yang sama seperti saat kita belum menggunakannya. Dari yang saya lihat, pengelola warnet banyak yang menggunakan software Deep Freeze untuk keperluan tersebut. Software tersebut bukan freeware dan harus membeli lisensinya, kecuali sekedar untuk mencoba dalam masa trial-nya.</p>
<p>Sejenis dengan Deep Freeze, software untuk keperluan memproteksi system ini bisa digunakan secara gratis, meskipun untuk keperluan penggunaan di warnet sepertinya tidak bisa karena software ini bersifat free untuk personal use, penggunaan pribadi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan komersial. Nama software ini adalah <strong>Returnil Virtual System 2008 Personal Edition</strong>.</p>
<p><span id="more-823"></span></p>
<p><strong><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="94" alt="returnil" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewriterreturnilvirtualsystem2008personaledition-de0ereturnil-75925f0e-9d8c-4ca0-b890-4533215b4d12.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Returnil Virtual System 2008 Personal Edition</strong> (RVS 2008) mengusung teknologi virtualisasi yang dapat digunakan untuk memproteksi partisi sistem. Misalnya saja Windows terinstall dalam partisi sebagai drive C, maka ketika RVS 2008 diaktifkan, semua perubahan dalam drive C akan hilang dan sistem kembali ke kondisi awal sebelum RVS diaktifkan saat booting komputer berikutnya. Memang, semua perubahan status ON dan OFF dari RVS 2008 akan berlaku pada booting komputer berikutnya. Keterbatasan pada hanya partisi sistem dengan tidak adanya opsi memproteksi partisi lainnya, saya lihat merupakan satu kekurangan yang dimiliki.</p>
<p>Kapan saat digunakan? Dari yang saya baca melalui websitenya, software ini dapat digunakan untuk kepentingan keamanan atau security dari komputer. Misalnya saja, ada kemungkinan ketika digunakan baik oleh sendiri atau oleh orang lain kita khawatir akan adanya infeksi virus atau program berbahaya lainnya ke sistem, maka kita dapat mengaktifkan RVS 2008 ini, dan pada saat booting berikutnya sistem telah kembali ke kondisi semula.</p>
<p>Begitu juga ketika kita ingin sekedar mencoba-coba software yang belum jelas aman atau tidaknya, maka kita bisa mencoba menginstall lebih dahulu saat RVS 2008 aktif, melihat cocok tidaknya software tersebut, begitu juga aman atau tidaknya. Ketika di rasa cocok dan aman, baru kita menginstall dengan RVS dinonaktifkan lebih dahulu.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="399" alt="returnilb" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/05/windowslivewriterreturnilvirtualsystem2008personaledition-de0ereturnilb-86436e47-b481-4517-bc12-8463e7987632.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Mengingat proteksi dilakukan pada partisi sistem secara keseluruhan, semua perubahan seperti penambahan atau penghapusan file pada partisi tersebut akan kembali ke kondisi semula saat booting termasuk penambahan dalam folder My Documents jika masih berada daam patisi sistem. Sedangkan untuk partisi lainnya yang mungkin ada seperti partisi dengan drive D atau E yang bukan partisi sistem, masih dapat dilakukan perubahan pada saat RVS 2008 aktif. Bagi komputer yang hanya memiliki satu partisi, disediakan fasilitas virtual partition yang dapat diberi label sebagai drive Z atau lainnya. Gunanya, partisi ini sama seperti partisi non sistem, jadi pada saat RVS 2008 aktif maupun tidak aktif, kita dapat melakukan penyimpanan pada drive ini, misalnya ketika RVS aktif, kita masih dapat menyimpan file yang didownload dan masih bisa membukanya kemudian.</p>
<p>Dan yang penting untuk jangan sampai dilupakan adalah ketika menggunakan komputer, kita tahu status RVS 2008 ini, jangan sampai ketika aktif kita menginstall software yang benar-benar ingin diinstall dan kemudian baru sadar bahwa RVS aktif dan kita harus mengulang pekerjaan yang sama.</p>
<p>Jika memang software tersebut akan bermanfaat untuk keperluan Anda, Anda dapat membaca lebih jauh tentangnya dan mendownloadnya melalui <a href="http://www.returnilvirtualsystem.com/index_files/rvspersonal.htm">halaman ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/05/03/returnil-virtual-system-2008-personal-edition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MojoPac Freedom</title>
		<link>http://maseko.com/2007/10/30/mojopac-freedom/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/10/30/mojopac-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 12:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Portable Application]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/10/30/mojopac-freedom/</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali saya mendengar nama MojoPac itu ketika saya membaca tulisan Idban Secandri. Waktu itu saya sempat mendownload&#xA0; dan menginstalnya pada hardisk eksternal yang saya miliki. Menarik memang, dengan MojoPac saya mempunyai lingkungan Windows XP baru dalam hardisk tersebut, dimana kita dapat menginstall software secara normal (yang bukan aplikasi portabel) misalnya Microsoft Office dan Mozilla [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="75" alt="mojopac" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/10/mojopac-logo.png" width="85" align="left" border="0" /> Pertama kali saya mendengar nama MojoPac itu ketika saya membaca <a href="http://idban.wordpress.com/2007/08/02/mojopac-asyik-ada-bahan-oprekan-lagi/">tulisan Idban Secandri</a>. Waktu itu saya sempat mendownload&#xA0; dan menginstalnya pada hardisk eksternal yang saya miliki. Menarik memang, dengan MojoPac saya mempunyai lingkungan Windows XP baru dalam hardisk tersebut, dimana kita dapat menginstall software secara normal (yang bukan aplikasi portabel) misalnya Microsoft Office dan Mozilla Firefox, sedangkan software bawaan Windows seperti Internet Explorer, Windows Messenger, atau Outlook Express sudah tersedia secara default. Tetapi masih ada kemungkinan pula beberapa software tidak dapat berjalan dengan baik setelah diinstall, misalnya yang saya ingat adalah BlogDesk. </p>
<p><span id="more-505"></span></p>
<p>Saya tidak mencoba-coba lebih jauh mengingat MojoPac yang saya gunakan waktu itu adalah versi trial Deluxe dengan batasan waktu tujuh hari yang kemudian bertambah menjadi 30 hari setelah saya melakukan registrasi pada websitenya. Namun sebelum waktu 30 hari tersebut habis saya sudah menghapus MojoPac dari hardisk eksternal tersebut. Tapi sejak kemarin, saya kembali menginstal kembali MojoPac hanya saja yang ini adalah MojoPac Freedom, jadi sifatnya <em>free </em>alias gratis. </p>
<p>Dibandingkan versi Deluxe, MojoPac Freedom mempunyai fasilitas yang sama kecuali tidak adanya dukungan teknis dan tidak bisa mengatur konfigurasi auto-update dan mail signature. Sepertinya fasilitas yang memang akan jarang digunakan. Perbandingan antar versi dapat dilihat pada <a href="http://www.mojopac.com/portal/content/products/index.jsp">halaman ini</a>. </p>
<p>Ketika saya menulis entry ini, saya mengetiknya menggunakan Windows Live Writer yang saya jalankan dalam MojoPac Freedom, setelah sebelumnya saya menginstall .NET Framework. MojoPac menyediakan <a href="http://www.mojopac.com/portal/content/what/apps.jsp">daftar aplikasi</a> apa saja yang sudah dipastikan berjalan di dalamnya.</p>
<p>Sayangnya, saat ini MojoPac hanya bisa dijalankan pada komputer host dengan sistem operasi Windows XP, itu pun memerlukan administrative privileges. Selain itu, dari lingkungan Windows XP dalam MojoPac, kita tidak dapat mengakses drive C komputer host, karena drive C yang ada adalah media penyimpanan portable dimana kita menginstall MojoPac di dalamnya. Namun begitu, drive dan media lain masih bisa diakses dengan baik. </p>
<p>&#8211; <a href="http://www.mojopac.com/">MojoPac</a> | <a href="http://www.mojopac.com/portal/content/download.jsp">Download MojoPac Freedom</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/10/30/mojopac-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layar Biru Kematian Akibat VirtualBox</title>
		<link>http://maseko.com/2007/10/01/layar-biru-kematian-akibat-virtualbox/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/10/01/layar-biru-kematian-akibat-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 08:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/10/01/layar-biru-kematian-akibat-virtualbox/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak tahu mengapa ketika saya mencoba menjalankan VirtualBox dari shortcut yang disediakan, yang saya dapati adalah layar blue screen of death (BSoD) dengan pesan &#34;IRQL NOT LESS OR EQUAL&#34;. Saya ulangi kembali hasilnya sama, bahkan setelah saya mencoba meng-uninstall kemudian meng-install kembali VirtualBox. Padahal minggu kemarin, saya masih bisa menggunakan Ubuntu yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="370" alt="bsod-virtualboxx" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/10/bsod-virtualboxx.jpg" width="480" border="0" /> </p>
<p>Saya tidak tahu mengapa ketika saya mencoba menjalankan <a href="http://www.virtualbox.org/" target="_blank">VirtualBox</a> dari shortcut yang disediakan, yang saya dapati adalah layar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BSoD" target="_blank">blue screen of death (BSoD)</a> dengan pesan &quot;IRQL NOT LESS OR EQUAL&quot;. Saya ulangi kembali hasilnya sama, bahkan setelah saya mencoba meng-uninstall kemudian meng-install kembali VirtualBox. Padahal minggu kemarin, saya masih bisa menggunakan Ubuntu yang ada di dalamnya.</p>
<p>Yang juga merepotkan, setelah muncul BSoD tersebut, dengan menekan tombol power tidak juga me-restart PC, bahkan setelah menekan cukup lama yang biasanya menyebabkan CPU mati. Saya lihat ke CPU, nampak kipas berputar, berhenti, berputar, berhenti, begitu seterusnya. Baru setelah saya cabut kabel power kemudian saya colokkan lagi, PC baru bisa booting. Itu pun, mencolokkan kembali kabel power setelah memastikan kipas di dalamnya nampak mati, karena pernah sekali, cabut langsung colok, PC masih belum bisa restart.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/10/01/layar-biru-kematian-akibat-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengamankan Data pada USB Flash Drive dengan TrueCrypt</title>
		<link>http://maseko.com/2007/09/06/mengamankan-data-pada-usb-flash-drive-dengan-truecrypt/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/09/06/mengamankan-data-pada-usb-flash-drive-dengan-truecrypt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Sep 2007 09:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Security]]></category>
		<category><![CDATA[TipsTricks]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/09/06/mengamankan-data-pada-usb-flash-drive-dengan-truecrypt/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini USB Flash Drive (UFD) atau flashdisk mungkin merupakan media penyimpanan portable yang paling banyak digunakan karena kepraktisannya dan cara pemakaiannya pun mudah. File pekerjaan, pribdai, dan file lainnya dengan mudah dimasukkan dari satu komputer untuk kemudian dibuka di komputer lainnya. Jika file yang tersimpan di dalamnya begitu penting, selain pengamanan secara fisik, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini USB Flash Drive (UFD) atau flashdisk mungkin merupakan media penyimpanan portable yang paling banyak digunakan karena kepraktisannya dan cara pemakaiannya pun mudah. File pekerjaan, pribdai, dan file lainnya dengan mudah dimasukkan dari satu komputer untuk kemudian dibuka di komputer lainnya. Jika file yang tersimpan di dalamnya begitu penting, selain pengamanan secara fisik, kita juga perlu mengamankan data yang di dalamnya. Cara yang saya tuliskan berikut ini adalah upaya mengamankan data pada UFD atau bisa juga diterapkan pada media penyimpanan lain dengan menggunakan <a href="http://infofreeware.com/truecrypt.html">TrueCrypt</a> pada Windows XP.</p>
<p>Pengamanan disini berupa:</p>
<ul>
<li>
<div>Mengenkripsi data yang tersimpan dan memberi pengamanan berupa password untuk dapat membukanya. Ini berguna misalnya untuk menjaga agara orang lain tidak dengan mudah menyalin atau sekedar mengintip isi file dan folder di dalamnya.</div>
</li>
<li>
<div>Membuat hardisk virtual (di mana data kita tersimpan)dengan kemampuan dapat dibuka dalam mode read only. Misalnya untuk pengamanan data dari infeksi virus atau malware tertentu. Tidak menjamin, tetapi dapat meminimalisir.</div>
</li>
</ul>
<p><span id="more-449"></span></p>
<p>Pastikan Anda mempunyai hak Administrator pada komputer yang digunakan, dan saya mulai langkah-langkahnya:</p>
<ul>
<li>Download paket TrueCrypt dari <a href="http://www.truecrypt.org/downloads.php">webistenya</a>.</li>
<li>Untuk keperluan ini, kita tidak perlu menginstallnya, jadi cukup ekstrak paket tersebut ke suatu direktori tertentu.</li>
<li>Siapkan UFD yang akan digunakan, pastikan ada space yang masih tersisa untuk membuat file data. Kita dapat memindahkan dulu file-file yang ada ke hardisk komputer untuk kemudian menyimpan kembali pada ruang yang sudah aman dalam UFD.</li>
<li>Copy file TrueCrypt Format.exe, TrueCrypt.exe dan truecrypt.sys ke dalam UFD.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237650-937"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237650-937.png" border="0" /></a><br />Eksekusi file <strong>TrueCrypt Format.exe</strong> untuk memulai wizard.<br />
Pilih <strong>Create standard TrueCrypt volume</strong>, kemudian klik <strong>Next</strong>.</li>
<li></li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237651-25e"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237651-25e.png" border="0" /></a><br />Disini kita menentukan file data yang akan dibuat. Misalnya UFD kita berada pada drive E, kita dapat mengisikan misalnya E:\Dataku atau E:\Dataku.jpg atau yang lain. Di sini file data dapat dibuat dengan ekstensi apa saja, atau pun tanpa ekstensi. Selanjutnya klik <strong>Next</strong>.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237652-05a"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237652-05a.png" border="0" /></a><br />Di sini kita dapat memilih algoritma enkripsinya. Saya pilih defaultnya yaitu AES, kemudian klik <strong>Next</strong>.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237654-3a2"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237654-3a2.png" border="0" /></a><br />Kemudian kita menentukan berapa besar file data yang akan kita gunakan sebagai media penyimpanan ini dari sisa ruang yang ada.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237655-3d0"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237655-3d0.png" border="0" /></a><br />Selanjutnya kita masukkan password dan konfirmasinya yang akan kita gunakan untuk mengakses file data yang akan dibuat.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237706-fcd"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 28px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237706-fcd.png" border="0" /></a><br />Jika kita mengisi jumlah karakternya kurang dari 20, akan ada peringatan dan konfirmasi apakah akan menggunakan password pendek tersebut. Klik <strong>Yes</strong> untuk berlanjut atau <strong>No</strong> jika akan mengulang dengan password yang lain.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237715-f0d"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237715-f0d.png" border="0" /></a><br />Selanjutnya kita diminta menentukan format volume-nya. Ketika melihat Random Pool yang berjalan, kita dapat langsung mengklik tombol Format untuk mulai pemformatan. Langkah ini bukan memformat UFD tapi file data yang kita buat.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237716-06c"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 78px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237716-06c.png" border="0" /></a><br />Ini merupakan proses pemformatan. Semakin besar volume yang kita buat, semakin lama waktu yang diperlukan. Tergantung juga pada performance komputer yang digunakan dan kecepatan akses UFD. Jadi pada tahap ini, kita harus bersabar. Sampai muncul bahwa volume TrueCrypt telah berhasil dibuat.</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237717-acc"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 46px" alt="" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237717-acc.png" border="0" /></a><br />Klik <strong>Exit</strong> pada jendela berikutnya yang muncul.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari tahapan di atas, kita telah berhasil membuat file data yang nantinya digunakan sebagai volume TrueCrypt. Kita dapat melihat pada UFD kita, ada file tersebut dengan besar yang kita tentukan tadi dengan tambahan file Configuration.xml</p>
<p><img height="92" alt="TrueCrypt11" hspace="5" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/09/truecrypt111.png" width="378" /></p>
<p>Sekarang kita akan mengakses file data tersebut sebagai hardisk virtual, dimana kita akan menyimpan file-file penting kita di dalamnya.</p>
<ul>
<li>Eksekusi file TrueCrypt.exe, sehingga nampak image berikut</li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237727-8f2"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 110px" alt="" hspace="5" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237727-8f2.png" align="left" border="0" /></a>Dengan tombol <strong>Select File..</strong> kita pilih file data yang sebelumnya dibuat, dalam contoh adalah file E:\Folderku. Kemudian, tentukan pada drive mana hardisk virtual ini akan diakses dengan memilih dari daftar drive yang belum dipakai. Selanjutnya klik <strong>Mount</strong>.
<p></li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1237728-2dd"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 41px" alt="" hspace="5" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237728-2dd.png" align="left" border="0" /></a>Selanjutnya kita masukkan password yang kita tentukan pada langkah pembuatan file data. Setelah itu, jika kita tidak perlu pengaturan lain misalnya mengakses pada mode read only, kita dapat langsung klik <strong>OK</strong>. Jika akan menentukan opsi lain misalnya membuat virtual hardisk yang read only, klik <strong>Mount Options..
<p></strong></li>
<li><a href="http://www.divshare.com/download/1871716-565"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 80px" alt="" hspace="5" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1871716-565.png" align="left" border="0" /></a>Jendela tersebut akan muncul jika kita memuilih <strong>Mount Options..</strong> pada langkah sebelumnya. Perlu diingat, ketika kita berniat memasukkan file ke dalam virtual hardisk atau mengedit file di dalamnya, jangan memilih mode read only ini. Jadi gunakan ketika hanya untuk menyalin atau sekedar membuka file di dalamnya saja. Pada jendela ini juga kita dapat memilih untuk membuat removable media seperti UFD, bukan hardisk seperti defaultnya. Selanjutnya klik <strong>OK</strong> dan kembali ke kotak sebelumnya klik <strong>OK</strong> juga.</li>
</ul>
<p>Nah sekarang akan ada satu perangkat penyimpanan telah terdeteksi. Kita dapat mengeceknya melalui My Computer pada Windows Explorer.</p>
<p><img style="WIDTH: 271px; HEIGHT: 90px" height="90" alt="TrueCrypt14" hspace="5" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/09/truecrypt14.png" width="271" align="left" border="0" /></p>
<p>Di sini kita sudah dapat memerlakukan sebagaimana hardisk biasa. membaca file di dalamnya, menyalin file ke dalamnya, dan sebagainya.</p>
<p>Ketika sebuah virtual hardisk TrueCrypt sedang digunakan, maka TrueCrypt akan aktif di system tray.</p>
<p><img style="WIDTH: 157px; HEIGHT: 46px" height="46" alt="TrueCrypt15" hspace="5" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/09/truecrypt15.png" width="157" align="left" border="0" /></p>
<p>Ketika sudah selesai dengan apa yang kita perlukan dari virtual hardisk tersebut, kita dapat mengklik ganda icon tersebut.</p>
<p><a href="http://www.divshare.com/download/1237731-c99"><img style="WIDTH: 130px; HEIGHT: 110px" alt="" hspace="5" src="http://www.divshare.com/img/thumb/1237731-c99.png" align="left" border="0" /></a>Pada jendela yang muncul, pilih drive yang akan dikeluarkan dan klik Dismount. Jika ada beberapa virtual hardisk yang sedang aktif dapat mengklik tombol Dismount All untuk menutup semua.</p>
<p>Sekarang ketika kita menyimpan file-file kita pada virtual hardisk tersebut, file-file tersebut terenkripsi dalam satu file data yang dibuat. Jadi kita perlu menjaga file data ini dengan baik.</p>
<p><strong>LIMITASI</strong></p>
<p>Membuka file data sebagai virtual hardisk dengan file TruCrypt.exe hanya dapat dilakukan oleh pengguna Windows sebagai Administrator. Jika sebagai pengguna biasa, masih dapat mengakses (mount/dismount) file data tersebut jika user Administrator telah menginstall TrueCrypt pada sistem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/09/06/mengamankan-data-pada-usb-flash-drive-dengan-truecrypt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba  VirtualBox</title>
		<link>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 13:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download VMware Server di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="172" alt="VirtualBox" style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/08/virtualbox.png" width="151" align="left" />Tadi sore saya teringat kalau ada teman saya yang memesan untuk disediakan link download <a href="http://www.vmware.com/products/server/">VMware Server</a> di web intranet kantor. Saya lihat file instalasinya ada di hardisk eksternal saya. Dalam direktori yang sama, saya melihat ada file instalasi VirtualBox yang saya download beberapa waktu lalu. Selanjutnya, bukan mengupload VMware seperti yang diniatkan, malah tertarik untuk mencoba VirtualBox.</p>
<p>Seperti halnya VMware, <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox</a> merupakan software untuk melakukan virtualisasi hardware, sehingga memungkinkan pada komputer yang terinstall Windows XP misalnya (host), dengan VirtualBox kita dapat menginstall linux atau sistem operasi lainnya (guess), dan antara host dan guess dapat berjalan bersamaan. Cara ini mungkin cocok bagi yang berniat mencoba linux tanpa harus menginstall secara sendiri atau dual boot, tentu dengan berbagai keterbatasannya. Ketersediaan memory untuk menjalankan dua sistem operasi secara bersamaan merupakan faktor yang menurut saya perlu diperhatikan agar keduanya dapat berjalan dengan baik.</p>
<p><span id="more-434"></span></p>
<p>VirtualBox yang dapat digunakan secara gratis dan berlisensi GNU/GPL ini dapat berjalan pada Windows, Linux atau Macintosh sebagai host dan mendukung <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Guest_OSes">sejumlah sistem operasi yang dapat dijadikan guess</a>-nya termasuk Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 dan 2.6), dan OpenBSD. VirtualBox saat ini hanya dapat mengemulasi mesin Intel x86.</p>
<p>Dibandingkan dengan file instalasi VMware Server, file instalasi VirtualBox jauh lebih kecil yaitu hanya sekitar 14,8 MB, sedangkan VMware Server 146 MB. Proses instalasinya pun lebih cepat. Hanya saja, setelah menginstall, saya baru teringat kalau CD Ubuntu saya taruh di rumah, sedangkan file iso-nya sudah saya hapus. Saya mencoba membuka file image Ubuntu hasil bentukan VMware, dikenali dan bisa masuk booting, tapi pada proses pendeteksian hardware berhenti. Saya coba dengan menginstal Windows XP dari file iso, berjalan dengan baik, termasuk ketika menyetting networknya.</p>
<p><img height="348" alt="virtalbox-windows-inside" hspace="10" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/08/virtalbox-windows-inside.png" width="460" /></p>
<p>Ketika berjalan, untuk masuk ke sistem operasi guess dilakukan dengan mengklik mouse pada layar guess, dan untuk kembali ke host, defaultnya dilakukan dengan menekan tombol Ctrl sebelah kanan. Untuk berbagi folder host untuk guess, dengan mudah dapat difasilitasi dengan fasilitas share folder, salah satu fasilitas yang saya suka.</p>
<p>&#8211; <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox: professional, flexible, open</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/08/28/mwncoba-virtualbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menginstall Ubuntu di VMware Server</title>
		<link>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/</link>
		<comments>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 08:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Virtualization]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart. Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="347" alt="ubuntu-vmserver" hspace="10" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2007/05/ubuntu-vmserver.png" width="460" /></p>
<p>Meskipun sudah sangat jarang mencoba-coba linux, tetapi masih ada keinginan belajar agar tidak terlalu ketinggalan, siapa tahu suatu saat nanti memang harus menggunakan linux. Untuk menjadikan sebagai OS kedua pada PC kantor setalah Windows XP dengan dual boot, sepertinya akan merepotkan, ketika harus berpindah antara linux dan Windows dengan jalan restart.</p>
<p><span id="more-353"></span></p>
<p>Akhirnya kemarin mencoba virtualisasi dengan menggunakan <a href="http://www.vmware.com/products/server/">VMware Server</a>. Menginstall <a href="http://www.ubuntu.com">Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn)</a> yang sudah <a href="http://tuma.vlsm.org/iso/Ubuntu/Feisty/">didownload</a> minggu lalu. Saya alokasikan 5 GB dari kapasitas hardisk dan memori saya alokasikan 256 MB dari 512 MB untuk mesin virtual ini. Untuk jaringan saya setting menggunakan bridged ethernet. Sempat terhambat karena stok CD kosong habis untuk membakar file iso Ubuntu, namun kemudian tersadar kalau CD Rom di VMware Server dapat disetting membuka file ISO ketika dijalankan.</p>
<p>Setelah mem-booting mesin virtual untuk ubuntu, masuk mode Live CD dan kemudian memilih install, proses berjalan baik. Setelah menyetting konfigurasi jaringan, ketika mengetes ternyata tidak terkoneksi. Dari Hardware Information terlihat adanya network interface. Kemudian saya coba restart, dan ketika kembali login langsung test, dan ternyata bisa.</p>
<p>Sayangnya, ketika menggunakan terasa lambat, apalagi Windows-nya, dan saya perkirakan karena memori yang kurang. Makanya kemarin, sekalian makan siang di Be-Mall, saya membeli tambahan memori 512 MB dan langsung saya pasang, dan saya alokasikan untuk mesin virtual Ubuntu 512 MB. Hasilnya terasa sekali, lebih nyaman menggunakannya, begitu juga dengan Windowsnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2007/05/08/menginstall-ubuntu-di-vmware-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

