<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>maseko's weblog &#187; Wordpress</title>
	<atom:link href="http://maseko.com/category/wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maseko.com</link>
	<description>Blog pribadi Eko Pramuyanto a.k.a. maseko berisi catatan, tips dan trik, hasil percobaan, dan info lainnya seputar teknologi informasi, khususnya komputer dan internet.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 04:53:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>WordPress 2.8 &#8220;Baker&#8221;</title>
		<link>http://maseko.com/2009/06/11/wordpress-2-8-baker/</link>
		<comments>http://maseko.com/2009/06/11/wordpress-2-8-baker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 11:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress 2.8]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2009/06/11/wordpress-2-8-baker/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pemilik blog yang menggunakan WordPress.org, tentunya sudah mendapati informasi bahwa WordPress terbaru yaitu WordPress 2.8 dengan codename “Baker” telah tersedia. Tadi sore, ketika membuka halaman WP-Admin blog ini dan mendapati pesan tersebut, saya langsung melakukan upgrade ke WordPress 2.8 dengan memilih opsi Upgrade Automatically dan sejauh ini belum ada masalah yang saya temui terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/07/wordpressdotorg.jpg" /> Bagi pemilik blog yang menggunakan WordPress.org, tentunya sudah mendapati informasi bahwa WordPress terbaru yaitu <strong>WordPress 2.8</strong> dengan codename “Baker” telah tersedia. Tadi sore, ketika membuka halaman WP-Admin blog ini dan mendapati pesan tersebut, saya langsung melakukan upgrade ke WordPress 2.8 dengan memilih opsi Upgrade Automatically dan sejauh ini belum ada masalah yang saya temui terkait dengan&#160; theme dan plugin yang saya gunakan. Dari segi tampilan pada halaman WP-Admin, memang seperti tidak ada perubahahan yang signifikan dibandingkan dengan WordPress 2.7, namun diinformasikan WordPress 2.8 menghadirkan kecepatan dalam penggunaannya dan versi terbaru ini mengatasi 790 bug yang ada.</p>
<p> <span id="more-2096"></span>
<p>Beberapa hal baru juga dibawa WordPress 2.8 ini, antara lain updater untuk theme dibuat seperti updater untuk plugin pada versi sebelumnya, yaitu Anda dapat melihat direktori themes langsung dan menginstall theme yang Anda pilih dengan sekali klik.</p>
<p>CodePress editor yang dapat digunakan untuk mengedit file plugin dan theme secara langsung juga dikenalkan pada versi ini. Code Press editor ini mempunyai fitur syntax highlighting sehingga memudahkan dalam penulisan kode-kode untuk plugin dan theme.</p>
<p>Perombakan antarmuka widget yang dihadirkan pula pada WordPress 2.8 akan memungkinkan pengeditan widget secara “on the fly”, mempunyai salinan dari widget yang sama, drag and drop widgets antar sidebar, dan penyimpanan setting widget yang tidak aktif.</p>
<p>Perubahan selengkapnya dari WordPress 2.8 ini dapat dilihat pada <a title="halaman Codex untuk rilis ini" href="http://codex.wordpress.org/Version_2.8">halaman WordPress Codex untuk rilis ini</a>.</p>
<p>&#8211; <a href="http://wordpress.org/download/">Download WordPress.org</a> | via <a title="2.8 Release Jazzes Themes and Widgets" href="http://wordpress.org/development/2009/06/wordpress-28/">WordPress Blog</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2009/06/11/wordpress-2-8-baker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.7 &#8220;Coltrane&#8221;</title>
		<link>http://maseko.com/2008/12/11/wordpress-27-coltrane/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/12/11/wordpress-27-coltrane/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 12:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/12/11/wordpress-27-coltrane/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, ketika masuk ke halaman WordPress Administration untuk blog ini, informasi terakhir adalah telah dirilisnya WordPress 2.7 RC 2. Dan sore ini, selang sehari setelah rilis tersebut ternyata WordPress sudah menginformasikan ketersediaan WordPress 2.7 finalnya yang mempunyai code name Coltrane ini. Sebelumnya, blog-blog di WordPress.com sudah lebih dahulu menggunakan WordPress terbaru ini, dan dapat dilihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="WordPress" style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" alt="WordPress" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/07/wordpressdotorg.jpg" align="left" /> Kemarin, ketika masuk ke halaman WordPress Administration untuk blog ini, informasi terakhir adalah telah dirilisnya WordPress 2.7 RC 2. Dan sore ini, selang sehari setelah rilis tersebut ternyata WordPress sudah menginformasikan <a title="WordPress 2.7 &quot;Coltrane&quot;" href="http://wordpress.org/development/2008/12/coltrane/">ketersediaan <strong>WordPress 2.7</strong></a> finalnya yang mempunyai code name Coltrane ini. Sebelumnya, blog-blog di <a title="WordPress 2.7 Segera Hadir di WordPress.com" href="http://maseko.com/2008/12/03/wordpress-27-segera-hadir-di-wordpresscom/">WordPress.com sudah lebih dahulu menggunakan WordPress terbaru</a> ini, dan dapat dilihat terjadi perubahan besar pada WordPress terutama tampilan setelah login ke WordPress Admin-nya.</p>
<p>Meskipun belum mengecek kompatibilitas setiap plugin dan theme yang digunakan, saya beranikan diri untuk mengupgrade ke WordPress. Sayangnya, karena sejak beberapa bulan yang lalu penggunaan plugin WP Automatic Upgrade tidak dapat dijalankan di webserver tempat hosting (kemungkinan karena pembatasan fungsi-fungsi PHP yang dapat digunakan), terpaksa kembali menggunakan cara manual untuk meng-upgrade-nya.</p>
<p><span id="more-1660"></span></p>
<p>Seperti yang pernah beberapa kali saya lakukan, cara upgrade manual untuk tempat hosting yang menggunakan Cpanel tanpa mememanfaatkan fitur Fantastico yang memang belum menyediakan versi terbaru WordPress ini saya lakukan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><a title="Download WordPress terbaru" href="http://wordpress.org/download/">Download WordPress terbaru</a> yang berformat .zip. </li>
<li>Ekstrak file .zip hasil download di komputer. </li>
<li>Masuk File Manager di Cpanel, download file wp-config.php dan gabungkan ke root (di dalam folder WordPress) hasil ekstrak sebelumnya. </li>
<li>Bandingkan wp-config.php dengan wp-config-sample.php, apakah ada perubahan atau penambahan statement baru atau tidak. Kalau ada sesuaikan, dan jika tidak ada biarkan. </li>
<li>Di dalam folder WordPress hasil ekstrak, pilih semua file dan folder kecuali folder wp-content, kemudian kemas dalam file .zip dan beri nama, misalnya WordPress-2.7.zip. </li>
<li>Melalui File Manager di Cpanel, upload file WordPress-2.7.zip di root instalasi WordPress sebelumnya. </li>
<li>Lakukan backup database MySQL yang digunakan untuk WordPress menggunakan fasilitas yang ada di Cpanel. </li>
<li>Buat file index.html berisi informasi under construction. </li>
<li>Buat folder baru, dan pindahkan file-file dan folder WordPress sebelumnya ke folder baru ini kecuali folder wp-content. Ini dilakukan untuk menjaga jika terjadi masalah dengan instalasi baru agar dapat kembali ke versi sebelumnya. </li>
<li>Selanjutnya adalah mengekstrak file WordPress-2.7.zip menggunakan menu Extract di File Manager. </li>
<li>Lakukan upgrade database melalui alamat wp-admin/upgrade.php. </li>
<li>Hapus atau ganti nama file index.html. </li>
<li>Mencoba mengakses hasil intalasi baru. </li>
</ul>
<p>Dengan cara di atas, kemungkinan blog tidak dapat diakses adalah setelah membuat file index.html dan memindahkan file WordPress lama sampai dengan menghapus atau mengubah nama file index.html yang dibuat, dan ini terjadi hanya beberapa menit.</p>
<p>Sejauh yang saya lihat, belum ditemukan masalah baik theme maupun plugin dengan dilakukannya upgrade WordPress dari versi 2.6.5 ke 2.7 ini. Sebelum terlupa, saya lakukan beberapa editing file core WordPress ini seperti yang pernah dilakukan pada versi sebelumnya misalnya untuk <a href="http://maseko.com/2008/11/22/menyisipkan-atribut-title-pada-link-more-wordpress/">Menyisipkan Atribut Title pada Link Read More WordPress</a>.</p>
<p>Sekarang maseko’s weblog berjalan dengan WordPress 2.7. Bagaimana dengan Anda yang menghosting sendiri WordPress, apakah sudah melakukan upgrade? Enaknya bagi Anda yang melakukan hosting di WordPress.com atau Blogger, tidak perlu memikirkan upgrade-upgrade seperti ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/12/11/wordpress-27-coltrane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.7 Segera Hadir di WordPress.com</title>
		<link>http://maseko.com/2008/12/03/wordpress-27-segera-hadir-di-wordpresscom/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/12/03/wordpress-27-segera-hadir-di-wordpresscom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 13:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/12/03/wordpress-27-segera-hadir-di-wordpresscom/</guid>
		<description><![CDATA[Anda pemilik blog di WordPress.com? Siap-siap saja menghadapi tampilan berbeda Dashboard, navigasi dan hal lainnya setelah Anda login ke halaman Adminitration WordPress.com. Berdasarkan rencana yang dituliskan WordPress.com dalam blognya, pada hari Jumat, 5 Desember 2008 pukul 08.000 WIB, WordPress versi terbaru yaitu WordPress 2.7 akan digunakan pada WordPress.com, dengan begitu segala fitur baru yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="wordpressdotcom" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="70" alt="wordpressdotcom" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/12/wordpressdotcom.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Anda pemilik blog di WordPress.com? Siap-siap saja menghadapi tampilan berbeda Dashboard, navigasi dan hal lainnya setelah Anda login ke halaman Adminitration WordPress.com. Berdasarkan <a title="2.7 Gets Here in Two Days!" href="http://en.blog.wordpress.com/2008/12/03/27-gets-here-in-two-days/">rencana yang dituliskan WordPress.com dalam blognya</a>, pada hari Jumat, 5 Desember 2008 pukul 08.000 WIB, WordPress versi terbaru yaitu WordPress 2.7 akan digunakan pada WordPress.com, dengan begitu segala fitur baru yang ada pada <strong>WordPress 2.7</strong> akan segera dinikmati pemilik blog-blog di WordPress.com.</p>
<p><span id="more-1616"></span>
<p><img title="wordpress-2.7-dashboard" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px; border-right-width: 0px" height="380" alt="wordpress-2.7-dashboard" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/12/wordpress27dashboard.jpg" width="520" border="0" /></p>
<p>Penyesuaian yang nantinya perlu dilakukan oleh pengguna-pengguna WordPress.com lebih kepada tampilan yang akan dihadapi dan juga navigasi menu-menu yang ada. Ada baiknya pengguna WordPress.com membaca penjelasan singkat perubahan yang akan dihadapi nantinya di <a title="2.7 Gets Here in Two Days!" href="http://en.blog.wordpress.com/2008/12/03/27-gets-here-in-two-days/">tulisan blog WordPress.com</a> tersebut. Ketika perubahan terjadi, Anda mungkin akan perlu menyesuaikan diri sampai terbiasa dengan versi terbaru WordPress ini.</p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa versi WordPress ini akan menggunakan Javascript yang lebih ekstensif dan jika Javascript dalam browser Anda tidak aktif maka beberapa bagian tidak akan berjalan atau berjalan tetapi berbeda dengan apa yang dijelaskan dalam penggamabaran di atas. Browser yang direkomendasikan untuk WordPress 2.7 ini adalah <a href="http://www.mozilla.com/en-US/firefox/">Firefox 3</a>, <a href="http://www.google.com/chrome">Google Chrome</a>, dan <a href="http://www.apple.com/safari/">Safari 3</a>.</p>
<p>Untuk pengguna WordPress yang dihosting sendiri dan dapat didownload dari WordPress.org, saya sendiri belum menemukan informasi kapan tanggal pasti WordPress 2.7 final akan dirilis, karena baru kemarin dirilis WordPress 2.7 RC 1 yang tampilan dashboardnya saya gunakan di atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/12/03/wordpress-27-segera-hadir-di-wordpresscom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyisipkan Atribut Title pada Link Read More WordPress</title>
		<link>http://maseko.com/2008/11/22/menyisipkan-atribut-title-pada-link-more-wordpress/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/11/22/menyisipkan-atribut-title-pada-link-more-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 18:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/11/22/menyisipkan-atribut-title-pada-link-more-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar di samping menunjukkan hasil validasi maseko.com melalui layanan Sakuiweb beberapa hari yang lalu. Dari situ terlihat, meskipun hasil pengecekan terhadap Web Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 Level 1, 2, dan 3 menunjukkan dapat dilalui, tetapi pada bagian Other Guidelines menunjukkan masih adanya masalah dengan penjelasan bahwa masih ditemukannya tag anchor yang tidak mengandung attribute title. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="sakuiweb-accessibility" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="136" alt="sakuiweb-accessibility" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/sakuiwebaccessibility.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Gambar di samping menunjukkan hasil validasi maseko.com melalui layanan <strong>Sakuiweb</strong> beberapa hari yang lalu. Dari situ terlihat, meskipun hasil pengecekan terhadap Web Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 Level 1, 2, dan 3 menunjukkan dapat dilalui, tetapi pada bagian Other Guidelines menunjukkan masih adanya masalah dengan penjelasan bahwa masih ditemukannya tag anchor yang tidak mengandung attribute title. Karena blog ini menggunakan WordPress, saya pun sudah berusaha mencari tahu bagaimana menyisipkan attribute title tersebut dari file theme, tetapi tidak saya temukan. </p>
<p> <span id="more-1567"></span>
<p>Secara default ketika menggunakan fungsi the_content() atau misalnya the_content(‘Selengkapnya&#8230;&#8217;) maka link <strong>read more</strong> yang ditampilkan tidak mengandung attribute title.</p>
<p>Untuk menyisipkan atribut title, saya mencoba melakukannya dengan mengedit file inti WordPress <strong>post-template.php</strong> yang berada pada folder <strong>wp-includes</strong>. Pertama adalah mencari baris di dalam fungsi <strong>get_the_content</strong> yang tertulis seperti ini:</p>
<div style="border-right: gray 1px solid; padding-right: 4px; border-top: gray 1px solid; padding-left: 4px; font-size: 8pt; padding-bottom: 4px; margin: 20px 0px 10px; overflow: auto; border-left: gray 1px solid; width: 97.5%; cursor: text; max-height: 200px; line-height: 12pt; padding-top: 4px; border-bottom: gray 1px solid; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; background-color: #f4f4f4">
<div style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">$output .= <span style="color: #006080">' &lt;a href=&quot;'</span>. get_permalink() . <span style="color: #006080">&quot;#more-$id\&quot;&gt;$more_link_text&lt;/a&gt;&quot;</span>;</pre>
</p></div>
</div>
<p>Kemudian diedit dengan mengubahnya seperti ini:</p>
<div style="border-right: gray 1px solid; padding-right: 4px; border-top: gray 1px solid; padding-left: 4px; font-size: 8pt; padding-bottom: 4px; margin: 20px 0px 10px; overflow: auto; border-left: gray 1px solid; width: 97.5%; cursor: text; max-height: 200px; line-height: 12pt; padding-top: 4px; border-bottom: gray 1px solid; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; background-color: #f4f4f4">
<div style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">$output .= <span style="color: #006080">' &lt;a href=&quot;'</span>. get_permalink() . <span style="color: #006080">&quot;#more-$id\&quot; class=\&quot;more-link\&quot;  title=\&quot;Continue reading &quot;</span>.the_title(<span style="color: #006080">''</span>,<span style="color: #006080">''</span>,false).<span style="color: #006080">&quot;\&quot;&gt;$more_link_text&lt;/a&gt;&quot;</span>;</pre>
</p></div>
</div>
<p>Maka hasilnya nampak pada hyperlink <strong>Continue reading…</strong> seperti pada halaman muka maseko.com. <a title="WebSite Score maseko.com" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/results/?url=maseko.com">Hasil validasi ulang</a> melalui layanan <a title="Sakuiweb Validator" href="http://www.sakuiweb.com/design/validator/">Sakuiweb</a> pun mengalami kenaikan prosentasenya menjadi 98% dari sebelumnya 96%.</p>
<p>Berhubung editing yang dilakukan langsung pada file core-nya WordPress, maka ketika suatu saat nanti mengupdate WordPress, maka perlu dilakukan editing lagi kecuali WordPress telah mengakomodasi masalah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/11/22/menyisipkan-atribut-title-pada-link-more-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah Menggunakan Google Custom Search Engine (Bag. 2)</title>
		<link>http://maseko.com/2008/11/03/langkah-menggunakan-google-custom-search-engine-bag-2/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/11/03/langkah-menggunakan-google-custom-search-engine-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 09:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/11/03/langkah-menggunakan-google-custom-search-engine-bag-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan Langkah Menggunakan Google Custom Search Engine (Bag. 1) telah saya tuliskan mengenai langkah-langkah membuat custom search engine disertai penjelasan dan gambaran singkat mengenai menu-menu dalam Panel Kontrol-nya guna mengatur lebih lanjut custom search engine yang dibuat. Pada Bagaian 2 tulisan ini, saya akan mencoba menuliskan bagaiamana langkah-langkah untuk menggunakan Google CSE sebagai fasilitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Google CSE" style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px" alt="Google CSE" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse.jpg" align="left" /> Pada tulisan <a title="Langkah Menggunakan Google Custom Search Engine (Bag. 1)" href="http://maseko.com/2008/11/02/langkah-menggunakan-google-custom-search-engine-bag-1/">Langkah Menggunakan Google Custom Search Engine (Bag. 1)</a> telah saya tuliskan mengenai langkah-langkah membuat custom search engine disertai penjelasan dan gambaran singkat mengenai menu-menu dalam Panel Kontrol-nya guna mengatur lebih lanjut custom search engine yang dibuat.</p>
<p>Pada Bagaian 2 tulisan ini, saya akan mencoba menuliskan bagaiamana langkah-langkah untuk menggunakan Google CSE sebagai fasilitas pencarian dalam website atau blog yang kita miliki. Pada tulisan ini, saya lebih memfokuskan cara penggunaannya pada blog bermesin WordPress yang dihosting sendiri.</p>
<p> <span id="more-1529"></span>
<p>Seperti yang Anda ketahui, ada dua elemen fasilitas pencarian dalam website atau blog:</p>
<ul>
<li><strong>Form Pencarian</strong>, yaitu formulir yang dapat digunakan pengguna untuk memulai melakukan pencarian, di mana pengguna dapat memasukkan keyword atau kata kunci dan mengklik tombol Search atau dengan [Enter]. Form pencarian ini dapat diletakkan di halaman-halaman mana saja yang mudah dicapai pengguna ketika berniat melakukan pencarian. Pada blog ini, formulir pencarian ini adalah yang terletak pada bagian atas sebelah kanan menu yang ditampilkan pada setiap halaman maseko’s weblog. </li>
<li><strong>Hasil Pencarian</strong>, yaitu halaman yang nantinya akan memuat hasil pencarian yang dilakukan oleh pengguna. Mengacu pada cara yang saya terapkan dalam maseko’s weblog ini, maka yang akan dituliskan berikutnya adalah bagaimana menampilkan hasil pencarian dalam iframe pada halaman yang disiapkan sehingga hasil pencarian masih dalam website atau blog kita. </li>
</ul>
<p>Kita kembali lagi masuk ke Google CSE, kemudian masuk ke halaman pengelolaan mesin pencari yang telah dibuat. Melalui menu <strong>Kode</strong> pada <strong>Panel Kontrol</strong> Google CSE, pada bagian <strong>Pilihan hosting hasil pencarian</strong> kita pilih <strong>Meng-host hasil di situs Web Anda</strong> kemudian pilih <strong>iframe</strong>.</p>
<p><img title="google-cse-03" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px; border-right-width: 0px" height="226" alt="google-cse-03" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse03.jpg" width="520" border="0" /> </p>
</p>
<p>Setelah itu, pada bagian Tetapkan hasil pencarian, kita masukkan URL di situs di mana hasil pencarian nantinya akan ditampilkan. <strong>Isikan dengan URL atau alamat web dimana sebuah halaman web mungkin untuk dapat dibuat</strong>, misalnya saja di sini kita dapat memasukkan http://www.domain.com/search.html dan untuk blog WordPress yang dihosting sendiri dapat seperti http://www.domain.com/?page_id=2 atau http://www.domain.com/search/ tergantung setting permalink yang digunakan. Pada bagian ini pula kita menentukan di bagian mana iklan akan ditempatkan, apakah kanan, kanan dan atas, atau atas dan bawah.</p>
<p>Selagi mengatur setting di atas, maka dibagian bawah pengaturan tersebut akan ditampilkan kode yang dapat digunakan baik untuk form pencarian maupun hasil pencarian.</p>
<p><img title="google-cse-04" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px; border-right-width: 0px" height="453" alt="google-cse-04" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse04.jpg" width="520" border="0" /> </p>
</p>
<p>Sementara kita tinggalkan dulu halaman Kode dalam Google CSE tersebut dalam keadaan terbuka. Selanjutnya kita menuju ke website atau blog kita dimana kode tersebut akan disisipkan. Di sini kita perlu mengedit file-file web, jadi diperlukan akses FTP atau fasilitas pengelolaan berbasis web seperti Cpanel dan membuka file yang diperlukan untuk dilakukan editing.</p>
<p>Pertama adalah menyisipkan kode form atau kotak pencarian. Buka file html, asp, php, atau lainnya yang didalamnya akan disisipkan kotak pencarian. Di sini Anda perlu mengenal sedikit pengetahuan HTML agar letak kode yang akan disisipkan bernar-benar tepat.</p>
<p>Untuk blog WordPress, penyisipan <strong>kode form pencarian</strong> ini dilakukan pada file theme yang digunakan dengan menyesuaikan nama file dan di bagian mana akan disisipkan, apakah bagian atas di header, sidebar, atau lainnya. Anda dapat saja menggunakan kotak pencarian ini sebagai tambahan kotak pencarian default dari WordPress atau untuk menggantinya seperti yang saya terapkan dalam blog ini. Untuk theme yang saya gunakan, form pencarian diletakan pada file header.php, sementara untuk theme Default WordPress, form pencarian aslinya ada pada file searchform.php. Beda theme, bisa jadi beda nama file yang perlu diedit, jadi kita harus bisa menentukan file yang tepat. Untuk mengubah form pencarian asli WordPress pada blog dengan theme Default WordPress, maka semua isi file searchform.php diganti dengan kode kotak pencarian dari Google CSE.</p>
<p>Selanjutnya adalah menyisipkan <strong>kode hasil pencarian</strong> pada file yang alamatnya sudah ditentukan dalam pembentukkan kode di atas. Misalnya hasil pencarian akan diletakkan pada alamat http://www.domain.com/search.html maka kita perlu mengedit file search.html dan pada blok yang sesuai sisipkan kode tersebut.&#160; Dari pengalaman saya, untuk menampung iframe hasil pencarian Google CSE ini setidaknya diperlukan blok dengan lebar 795px jika letak iklan berada disebelah kanan atau 500px jika tanpa meletakkan iklan di sebelah kanan. </p>
<p>Untuk pengguna blog WordPress.org, untuk menyisipkan kode tersebut dapat dilakukan dengan menambah halaman dari menu Write – Page. Gunakan judul yang sesuai dan sisipkan kode dengan editor pada mode HTML (bukan Visual). </p>
<p><img title="google-cse-08" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="226" alt="google-cse-08" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse08.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Pastikan alamat yang dihasilkan (permalink) sudah sesuai dengan alamat yang disiapkan, jika berbeda dapat mengedit alamat tersebut. Jika memang tidak dapat membuat alamat yang sudah direncanakan dalam isian Google CSE, kita dapat saja menggunakan alamat yang dihasilkan dan mengubah pengaturan pada Google CSE termasuk kode kotak pencarian sebelumnya.</p>
<p><img title="google-cse-06" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px; border-right-width: 0px" height="143" alt="google-cse-06" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse06.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Opsi lainnya, seperti yang saya terapkan untuk blog ini adalah dengan membuat <strong>custom page template WordPress</strong>. Ini saya lakukan karena jika menggunakan page yang standar, maka halaman yang diperlukan untuk menampung hasil pencarian kurang lebar jika saya ingin meletakkan iklan pada bagian kanan. Untuk langkah ini diperlukan pengetahuan untuk mengutak atik file theme WordPress. Untuk mempermudah dapat saja meng-copy salah satu file theme yang ada seperti page.php atau single.php dan melakukan modifikasi atasnya. Yang diperlukan untuk membuat custom page template adalah memberi nama tempalte yang dibuat ini dengan menambahkan bagian kode seperti dibawah pada bagian awal file template halaman.</p>
<div style="border-right: gray 1px solid; padding-right: 4px; border-top: gray 1px solid; padding-left: 4px; font-size: 8pt; padding-bottom: 4px; margin: 20px 0px 10px; overflow: auto; border-left: gray 1px solid; width: 97.5%; cursor: text; max-height: 200px; line-height: 12pt; padding-top: 4px; border-bottom: gray 1px solid; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; background-color: #f4f4f4">
<div style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&lt;?php</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">/*</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">Template Name: Google CSE Result</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">*/</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">?&gt;</pre>
</p></div>
</div>
<p>Contoh di atas digunakan untuk memberi nama custom page template dengan nama Google CSE Result. Contoh selengkapnya custom page template adalah seperti di bawah ini</p>
<div style="border-right: gray 1px solid; padding-right: 4px; border-top: gray 1px solid; padding-left: 4px; font-size: 8pt; padding-bottom: 4px; margin: 20px 0px 10px; overflow: auto; border-left: gray 1px solid; width: 97.5%; cursor: text; max-height: 200px; line-height: 12pt; padding-top: 4px; border-bottom: gray 1px solid; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; background-color: #f4f4f4">
<div style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&lt;?php</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">/*</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">Template Name: Google CSE Result</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">*/</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">?&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&lt;?php get_header(); ?&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">    &lt;div id=<span style="color: #006080">&quot;content&quot;</span> class=<span style="color: #006080">&quot;widecolumn&quot;</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">            &lt;div class=<span style="color: #006080">&quot;post&quot;</span> id=<span style="color: #006080">&quot;post-&lt;?php the_ID(); ?&gt;&quot;</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">            &lt;h2&gt;Search Result&lt;/h2&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">            &lt;div class=<span style="color: #006080">&quot;entry&quot;</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">                &lt;div id=<span style="color: #006080">&quot;cse-search-results&quot;</span>&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&lt;<span style="color: #0000ff">script</span> type=<span style="color: #006080">&quot;text/javascript&quot;</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">  var googleSearchIframeName = <span style="color: #006080">&quot;cse-search-results&quot;</span>;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">  var googleSearchFormName = <span style="color: #006080">&quot;cse-search-box&quot;</span>;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">  var googleSearchFrameWidth = 500;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">  var googleSearchDomain = <span style="color: #006080">&quot;www.google.com&quot;</span>;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">  var googleSearchPath = <span style="color: #006080">&quot;/cse&quot;</span>;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&lt;/<span style="color: #0000ff">script</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&lt;<span style="color: #0000ff">script</span> type=<span style="color: #006080">&quot;text/javascript&quot;</span> src=<span style="color: #006080">&quot;http://www.google.com/afsonline/show_afs_search.js&quot;</span>&gt;&lt;/<span style="color: #0000ff">script</span>&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">                </pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">            &lt;/div&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">        &lt;/div&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">    &lt;/div&gt;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">&#160;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none">&lt;?php get_footer(); ?&gt;</pre>
</p></div>
</div>
<p>Bagaiman isi file yang sudah disisipi kode hasil pencarian Google CSE ini memang benar-benar harus disesuaikan dengan theme yang digunakan, jadi harus mengerti termasuk penggunaan CSS yang mendukungnya. </p>
<p><img title="google-cse-07" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="139" alt="google-cse-07" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/googlecse07.jpg" width="260" align="left" border="0" /> Dengan penggunaan custom page template seperti ini, maka ketika membuat halaman melalui menu Write – Page, pada bagian isi dikosongkan saja. Yang perlu diperhatikan adalah menerapkan template yang disediakan untuk halaman yang dibuat. Ini dilakukan melalui pengaturan Page Template dan pilih nama template halaman yang dibuat sebelumnya. Pastikan juga alamat halaman sudah sesuai dengan yang diisikan dalam pengaturan kode Google CSE.</p>
<p>Selanjutnya simpan dan coba lakukan pencarian melalui form pencarian yang sudah jadi sebelumnya. Jika memang form dan halaman hasil pencarian belum sesuai, kita perlu mengaturnya lebih lanjut. Pengetahuan akan (X)HTML dan CSS kemungkinan akan sangat diperlukan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/11/03/langkah-menggunakan-google-custom-search-engine-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanfaatkan Image Favicon Website dari Google Shared Stuff</title>
		<link>http://maseko.com/2008/09/16/memanfaatkan-image-favicon-website-dari-google-shared-stuff/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/09/16/memanfaatkan-image-favicon-website-dari-google-shared-stuff/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 19:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[TipsTricks]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda perhatikan, kira-kira sejak seminggu yang lalu, di samping link blog atau website pemberi komentar di maseko&#8217;s weblog ini telah disertakan image favicon yang digunakan oleh blog atau website pemberi komentar. Jika Anda pernah iseng melihat properties image tersebut, tentu Anda sudah mengetahui bahwa sumber image tersebut bukanlah berasal dari maseko.com ini, melainkan mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="150" alt="Image favicon pada link komentar" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/09/comments-link-favicon.jpg" width="520" border="0" /> </p>
<p>Jika Anda perhatikan, kira-kira sejak seminggu yang lalu, di samping link blog atau website pemberi komentar di maseko&#8217;s weblog ini telah disertakan image favicon yang digunakan oleh blog atau website pemberi komentar. Jika Anda pernah iseng melihat properties image tersebut, tentu Anda sudah mengetahui bahwa sumber image tersebut bukanlah berasal dari maseko.com ini, melainkan mempunyai URL dari google.com, tepatnya dari layanan Google Shared Stuff. Image tersebut sudah tidak lagi berformat ico seperti aslinya melainkan sudah dikonversi menjadi tipe png.</p>
<p> <span id="more-1400"></span>
<p>Untuk menampilkan image dari favicon suatu website, cara yang digunakan cukup mudah, yaitu dengan menggunakan URL image dengan format berikut:</p>
<p>http://www.google.com/s2/favicons?domain=&lt;alamat-website-tanpa-http&gt;</p>
<p>Anda tinggal mengganti &lt;alamat-website&gt; dengan alamat website sebenarnya yang ingin dipanggil tanpa menyertakan http://. Misalnya ingin menampilkan image favicon dari maseko.com ini, maka URL image dapat dipanggil dari alamat berikut:</p>
<p><a href="http://www.google.com/s2/favicons?domain=maseko.com">http://www.google.com/s2/favicons?domain=maseko.com</a></p>
<p>Selanjutnya tinggal diaplikasikan pada halaman web atau blog sesuai dengan keperluannya, misalnya ditampilkan di samping setiap link yang ada pada entry blog atau di samping link website atau blog pemberi komentar seperti yang saya terapkan di sini. Untuk penggunaan secara dinamis, tentu saja harus disesuaiakan dengan apliaksi web yang digunakan. Untuk pengguna WordPress.org yang ingin menampilkan pada bagian komentar seperti yang saya gunakan di sini, dapat memulai dengan mengedit file theme yang digunakan untuk menampilkan komentar, misalnya comments.php, dan selanjutnya dapat menyisipkan kode berikut pada bagian dimana image favicon akan ditampilkan.</p>
<div style="border-right: gray 1px solid; padding-right: 4px; border-top: gray 1px solid; padding-left: 4px; font-size: 8pt; padding-bottom: 4px; margin: 20px 0px 10px; overflow: auto; border-left: gray 1px solid; width: 97.5%; cursor: text; max-height: 200px; line-height: 12pt; padding-top: 4px; border-bottom: gray 1px solid; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; background-color: #f4f4f4">
<div style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none">
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   1:</span> &lt;?php</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   2:</span> <span style="color: #0000ff">if</span> (!empty($comment-&gt;comment_author_url)) {</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   3:</span>     $url = preg_replace(<span style="color: #006080">'/^http:\/\//'</span>, <span style="color: #006080">''</span>, $comment-&gt;comment_author_url);</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   4:</span>     <span style="color: #0000ff">if</span> ($url != <span style="color: #006080">&quot;&quot;</span>) {   </pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   5:</span>         $imgurl = <span style="color: #006080">&quot;http://www.google.com/s2/favicons?domain=&quot;</span> . $url;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   6:</span>         echo <span style="color: #006080">'&lt;img src=&quot;'</span> . $imgurl . <span style="color: #006080">'&quot; width=&quot;16&quot; height=&quot;16&quot; /&gt;'</span>;</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   7:</span>     }</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: #f4f4f4; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   8:</span> }</pre>
<pre style="padding-right: 0px; padding-left: 0px; font-size: 8pt; padding-bottom: 0px; margin: 0em; overflow: visible; width: 100%; color: black; border-top-style: none; line-height: 12pt; padding-top: 0px; font-family: consolas, &#39;Courier New&#39;, courier, monospace; border-right-style: none; border-left-style: none; background-color: white; border-bottom-style: none"><span style="color: #606060">   9:</span> ?&gt;</pre>
</p></div>
</div>
<p>Untuk ukuran dari image, umumnya pemilik website menggunakan favicon berukuran 16&#215;16 pixel dan ini sepertinya ukuran image yang aman digunakan, meskipun ada juga yang menggunakan 32&#215;32 pixel, dan untuk mengatur ukuran pada saat ditampilkan gunakan, tentukan ukurannya melalui attribute width dan height pada tag img.</p>
<p>&#8211; <a title="Get the Favicon Image of any Website with Google S2 Converter" href="http://www.labnol.org/internet/get-favicon-image-of-websites-with-google/4404/">via</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/09/16/memanfaatkan-image-favicon-website-dari-google-shared-stuff/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WpVote.com: Seperti Digg Khusus WordPress</title>
		<link>http://maseko.com/2008/08/21/wpvotecom-seperti-digg-khusus-wordpress/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/08/21/wpvotecom-seperti-digg-khusus-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 13:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/08/21/wpvotecom-seperti-digg-khusus-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kita temui situs-situs yang berjalan seperti Digg, berupa social bookmarking site dimana penggunanya yang memasukkan materi berupa rujukan suatu situs atau halaman website dan pengguna pula yang berperan untuk memberikan nilainya. Yang memperoleh suara terbanyak, akan berkesempatan muncul pada homepage. Demikian halnya dengan WpVote, berjalan seperti halnya Digg, hanya saja materi berupa rujukan halaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 15px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="wpvote" border="0" alt="wpvote" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/wpvote.png" width="120" height="120" /> Banyak kita temui situs-situs yang berjalan seperti Digg, berupa social bookmarking site dimana penggunanya yang memasukkan materi berupa rujukan suatu situs atau halaman website dan pengguna pula yang berperan untuk memberikan nilainya. Yang memperoleh suara terbanyak, akan berkesempatan muncul pada homepage.</p>
<p>Demikian halnya dengan <strong>WpVote</strong>, berjalan seperti halnya Digg, hanya saja materi berupa rujukan halaman web yang dapat dimasukkan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan WordPress. Kategori yang ada saat ini adalah WordPress Themes, Plugins, Hacks, Resources, News, dan Tutorials. Mungkin karena WpVote masih baru, suara yang diberikan untuk rujukan yang masuk pada homepage pun masih dapat dikatakan masih kecil-kecil.</p>
<p><span id="more-1321"></span></p>
<p>Jika nantinya sudah banyak pengguna yang berperan mengirim materi yang dianggap menarik dan banyak pula yang berperan untuk memberikan voting, mungkin saja WpVote nantinya akan menjadi salah satu situs favorit pengguna WordPress dalam mencari rujukan berbagai resource terkait WordPress. Jika Anda pengembang plugin, theme, ataupun mempunyai tulisan terkait WordPress, mungkin dapat mulai memanfaatkan WpVote sebagai salah satu media pemasaran agar dapat dinilai dan dikenal lebih banyak pengguna dengan memasukkan materi ke WpVote.com.</p>
<p>&#8211; <a title="WpVote" href="http://www.wpvote.com/" target="_blank">WpVote</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/08/21/wpvotecom-seperti-digg-khusus-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WP Easy Uploader</title>
		<link>http://maseko.com/2008/08/20/wp-easy-uploader/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/08/20/wp-easy-uploader/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 13:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/08/20/wp-easy-uploader/</guid>
		<description><![CDATA[Jika saat ini saya ditanya, plugin WordPress apa yang pertama kali akan diinstall, saya akan menjawab bahwa plugin tersebut adalah WP Easy Uploader. Sebenarnya fungsi dasar dari WP Easy Uploader adalah sama seperti OneClick for WordPress yang saat ini pengembangannya berhenti, yaitu memudahkan untuk menginstall plugin dan theme yang akan digunakan yang tidak saja dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px" title="WordPress.org" alt="WordPress.org" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/07/wordpressdotorg.jpg" /> Jika saat ini saya ditanya, plugin WordPress apa yang pertama kali akan diinstall, saya akan menjawab bahwa plugin tersebut adalah <strong>WP Easy Uploader</strong>. Sebenarnya fungsi dasar dari WP Easy Uploader adalah sama seperti <a href="http://maseko.com/2007/08/14/oneclick-for-wordpress-cara-cepat-install-plugin-dan-theme-wordpress/" target="_blank">OneClick for WordPress</a> yang saat ini pengembangannya berhenti, yaitu memudahkan untuk menginstall plugin dan theme yang akan digunakan yang tidak saja dapat dilakukan dengan mengupload dari paket archive yang ada di komputer, tetapi juga dari URL paket plugin atau theme di internet. Yang terakhir ini memudahkan karena tidak perlu mendownload dan mengupload lagi melalui akses FTP atau fasilitas file manager berbasis web yang disediakan penyedia layanan hosting. Jadi cukup login ke WP-Admin saja.</p>
<p><span id="more-1311"></span></p>
<p>Kelebihan fitur yang belum ada pada OneClick WordPress adalah selain plugin dan theme, WP Easy Uploader juga dapat digunakan untuk mengupload file apa saja ke direktori Uploads yang digunakan sebagai default jika mengupload image serta dapat pula kita menentukan direktori lain secara manual pada direktori instalasi WordPress. Jika saja suatu direktori yang kita tentukan alamat uploadnya belum ada, WP Easy Uploader akan membuatkannya. Fasilitas ini akan berguna jika selain upload plugin dan theme, sering pula mengupload file-file lain untuk berbagai keperluan.</p>
<p>Setelah aktivasi plugin WP Easy Uploader dilakukan, maka melalui menu <strong>Manage</strong> – <strong>Upload Files</strong>, kita akan mendapat interface berikut:</p>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" title="wp easy uploader" border="0" alt="wp easy uploader" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/wpeasyuploaderview.png" width="520" height="393" /> </p>
<p>Dan setelah memilih sumber file yang akan diupload dan juga direktori tujuannya, kita dapat menentukan option dari proses upload yang akan dilakukan, seperti apakah akan menimpa file yang telah ada sebelumnya (overwrite existing file), mengubah namanya jika nama file yang sama telah ada, mengekstrak file archive (WP Easy Uploader mendukung format zip, tar, gz, tar.gz, tgz, dan tar.bz2) yang diupload, dan juga memaksa untuk mengupload pada folder yang dengan nama sesuai nama filenya.</p>
<blockquote><p>Current Features:</p>
<ul>
<li>Upload any type of file to either the standard Uploads directory (just as images do when you are creating posts and pages) or to a path of your choosing. </li>
<li>Manual paths are automatically created if they don&#8217;t exist. </li>
<li>Easily upload plugins directly to the plugins directory and theme files directly to the themes directory. </li>
<li>You can select to have archives automatically extracted to their destination. This means that plugins and themes will be taken care of for you, but it also means that you can zip up a large set of files and upload them quickly into a folder on your site. Currently zip, tar, gz, tar.gz, tgz, and tar.bz2 archives are supported. </li>
<li>Options for overwriting existing files, renaming the fle if a file with that name already exists (or if overwriting fails), removal of the archive after file extraction, and forcing extracted files to be contained in a folder. </li>
<li>Now supports WordPress Mu. </li>
<li>Now supports internationalization. The PO file is available in the lang directory. Currently, Turkish (tr), mainland Chinese (zhCN), Brazilian Portuguese (ptBR), German (deDE), Indonesian (idID), and Spanish (esES) translations are available. </li>
</ul>
</blockquote>
<p>Untuk mendownload plugin WP Easy Uploader dapat dilakukan pada <a title="WP Easy Uploader at WordPress.org" href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-easy-uploader/" target="_blank">halaman plugin tersebut di WordPress.org</a>.</p>
<p>Tambahan informasi untuk plugin OneClick for WordPress, setelah pengembangannya dihentikan, sekarang diadopsi pengembang lain dengan nama <a title="One Click Plugin Updater" href="http://wordpress.org/extend/plugins/one-click-plugin-updater/" target="_blank">One Click Plugin Updater</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/08/20/wp-easy-uploader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.6.1</title>
		<link>http://maseko.com/2008/08/15/wordpress-261/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/08/15/wordpress-261/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 09:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/08/15/wordpress-261/</guid>
		<description><![CDATA[WordPress 2.6.1 baru saja di rilis dengan beberapa perbaikan masalah-masalah yang ada pada WordPress 2.6 namun sepertinya tidak ada yang bersifat penting yang mengharuskan pengguna WordPress 2.6 untuk mengupgrade ke 2.6.1. Jadi sepanjang merasa penggunaan WordPress 2.6 sudah berjalan dengan baik, tidak harus mengupgrade ke WordPress 2.6.1. Beberapa perbaikan yang dibawa WordPress 2.6.1 ini di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/07/wordpressdotorg.jpg" alt="WordPress.org" /> <strong>WordPress 2.6.1</strong> baru saja di rilis dengan beberapa perbaikan masalah-masalah yang ada pada WordPress 2.6 namun sepertinya tidak ada yang bersifat penting yang mengharuskan pengguna WordPress 2.6 untuk mengupgrade ke 2.6.1. Jadi sepanjang merasa penggunaan WordPress 2.6 sudah berjalan dengan baik, tidak harus mengupgrade ke WordPress 2.6.1.</p>
<p><span id="more-1289"></span></p>
<p>Beberapa perbaikan yang dibawa <a title="WordPress 2.6.1" href="http://wordpress.org/development/2008/08/wordpress-261/" target="_blank">WordPress 2.6.1</a> ini di antaranya adalah masalah styling pada WordPress admin bagi pengguna bahasa yang penulisannya dari kanan ke kiri, bug gettext dengan konfigurasi PHP tertentu, masalah permalink untuk pengguna server IIS, masalah penyisipan image pada fitur Press This bagi pengguna Internet Explorer, dan masalah-masalah lainnya yang selengkapnya dapat dilihat <a title="WordPress 2.6.1 Fix" href="http://trac.wordpress.org/query?status=closed&amp;milestone=2.6.1&amp;resolution=fixed&amp;order=priority" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/08/15/wordpress-261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Username dan Password WordPress dari phpMyAdmin</title>
		<link>http://maseko.com/2008/08/12/mengubah-username-dan-password-wordpress-dari-phpmyadmin/</link>
		<comments>http://maseko.com/2008/08/12/mengubah-username-dan-password-wordpress-dari-phpmyadmin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maseko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Database]]></category>
		<category><![CDATA[MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[TipsTricks]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maseko.com/2008/08/12/mengubah-username-dan-password-wordpress-dari-phpmyadmin/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan melalui email: mas, aku ada masalah nie&#8230;, minta tolong ya&#8230;.. gini kemarin aku baru ngedit tampilan wp aku di warnet, trus pas pulang lupa belum log out, jadi masih tersimpen semua password dan informasi akun wp aku. aku pake wp.org, sekarang jadi gak bisa login, karena mungkin ada yang ganti password sama username aku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px" title="WordPress.org" alt="WordPress.org" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/07/wordpressdotorg.jpg" /> Pertanyaan melalui email:</p>
<blockquote><p>mas, aku ada masalah nie&#8230;, minta tolong ya&#8230;..     <br />gini kemarin aku baru ngedit tampilan wp aku di warnet, trus pas pulang lupa belum log out, jadi masih tersimpen semua password dan informasi akun wp aku. aku pake wp.org, sekarang jadi gak bisa login, karena mungkin ada yang ganti password sama username aku. tolong dong mas, gimana cara ngembaliin&#8230;..</p>
</blockquote>
<p>Lain kali hendaknya Anda lebih berhati-hati, apalagi jika menggunakan komputer di tempat umum seperti warnet :)</p>
<p>Mengenai pemecahannya, saya berasumsi bahwa ketika orang lain membuka menu Administration blog WordPress, dia hanya mengubah passwordnya saja dan akses ke account hosting masih belum tersentuh. Dan jika memang begitu, maka kita masih bisa mengembalikan kontrol atas blog dengan mengubah password-nya kembali melalui akses ke database MySQL-nya. Cara yang akan saya gunakan pada tulisan ini adalah melalui phpMyAdmin yang umumnya memang sudah disediakan oleh penyedia jasa hosting. Cara ini pun tidak terbatas untuk penanya di atas, dan karena alasan tertentu,&#160; mungkin kita perlu mengubah username dan/atau password blog WordPress memalui phpMyAdmin.</p>
<p><span id="more-1284"></span></p>
<p>Sebelum melakukan langkah selanjutnya, kita perlu mengetahu nama database MySQL dimana tabel-tabel untuk menyimpan data blog tersimpan. Jika sebelumnya kita membuatnya secara manual, mungkin kita perlu mengingatnya. Jika lupa atau tidak tahu karena sebelumnya instalasi WordPress dilakukan secara otomatis melalui Fantastico, nama database yang digunakan dapat dilihat dengan membuka file <strong>wp-config.php</strong> yang berada pada root direktori instalasi WordPress. Kita dapat membuka melalui akses FTP atau fasilitas File Manager pada kontrol panel hosting (misalnya Cpanel).</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-edit-file" border="0" alt="cpanel-edit-file" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpaneleditfile.jpg" width="520" height="156" /> </p>
<p>Ketika file <strong>wp-config.php</strong> dibuka, lihat baris DB_NAME seperti baris ketiga pada ganbar di atas. Teks yang diberi warna tersebut adalah nama database yang digunakan. Ingat atau catat saja nama database ini.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-phpmyadmin-menu" border="0" alt="cpanel-phpmyadmin-menu" align="left" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpanelphpmyadminmenu.jpg" width="260" height="101" /> Selanjutnya adalah membuka <strong>phpMyAdmin</strong> yang pada Cpanel dapat diakses dengan mengklik menu seperti gambar di samping. Untuk webhosting manager lainnya, mungkin perlu menyesuaikan.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 0px 0px 10px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-phpmyadmin-select-db" border="0" alt="cpanel-phpmyadmin-select-db" align="right" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpanelphpmyadminselectdb.jpg" width="170" height="170" /> Setelah jendela phpMyAdmin terbuka, pada menu pilihan database di sebelah kiri, pilih dengan cara mengklik nama database yang digunakan yang sudah diingat maupun telah diketahui dengan cara melihat file wp-config.php di atas. </p>
<p>Kemudian pada halaman daftar tabel yang ada pada database tersebut, perhatikan nama tabel <strong>wp_users</strong>. Klik ikon <strong>Browse </strong>yang ada disebelah kanan nama tablenya seperti gambar ilustrasi di bawah ini.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-phpmyadmin-browse-table" border="0" alt="cpanel-phpmyadmin-browse-table" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpanelphpmyadminbrowsetable.jpg" width="520" height="137" /> </p>
<p>Yang muncul selanjutnya adalah tabel dengan field sebagai nama kolom beserta isi datanya, yaitu data user blog WordPress. Jika ada beberapa, pastikan user mana yang akan diubah username untuk login dan/atau password-nya. Jika sudah dipastikan, pada baris data user tersebut klik icon pensil seperti ditunjukkan gambar ilustrasi berikut ini.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-phpmyadmin-edit-row" border="0" alt="cpanel-phpmyadmin-edit-row" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpanelphpmyadmineditrow.jpg" width="520" height="138" /> </p>
<p>Dengan mengklik ikon Edit tersebut, maka akan membuka halaman untuk mengubah data user yang dipilih dengan tampilan seperti ini.</p>
<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="cpanel-phpmyadmin-edit-row-2" border="0" alt="cpanel-phpmyadmin-edit-row-2" src="http://maseko.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/08/cpanelphpmyadmineditrow2.jpg" width="520" height="139" /> </p>
<p>Pada baris <strong>user_login</strong>, kita dapat mengubah username yang digunakan untuk login ke blog. Jadi jika sebelumnya menggunakan username default <strong>admin</strong>, maka di sini kita dapat mengubahnya. Kemudian pada baris <strong>user_pass</strong>, ini merupakan data password yang digunakan, namun di sini password disimpan dengan teknik pengkodean MD5 agar tidak terbaca secara kasat mata. Untuk mengubahnya, kita isikan dengan password baru yang akan digunakan, kita ketikkan apa adanya, namun pada pilihan <strong>Function</strong>-nya kita pilih MD5. Sesudah itu klik tombol <strong>Go</strong> untuk menyimpan perubahan data user tersebut.</p>
<p>Selanjutnya silahkan dicoba melakukan login ke blog WordPress dengan username dan/atau password baru. Semoga berhasil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maseko.com/2008/08/12/mengubah-username-dan-password-wordpress-dari-phpmyadmin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

